PEMBATASAN BBM BERSUBSIDI : Pembelian Solar Dibatasi Berpotensi Picu Konflik

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Minggu, 03 Agustus 2014 11:15 WIB
PEMBATASAN BBM BERSUBSIDI : Pembelian Solar Dibatasi Berpotensi Picu Konflik

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah akan melakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Senin (4/8/2014). Awalnya, BBM bersubisidi yang dibatasi berupa solar.

"Masyarakat hanya boleh membeli solar mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB saja. Informasi yang saya dapat seperti itu," ungkap Ketua Hiswana Migas DIY Siswanto saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (1/8/2014).

Pembatasan BBM tersebut, lanjut Siswanto, hanya dilakukan untuk jenis solar saja. Untuk jenis premium, pihaknya belum mengetahui kapan akan dilaksanakan di DIY. Diluar jam tersebut, masyarakat tidak dapat membeli solar. Pembatasan seperti ini pernah diterapkan pada 2013.

Hanya saja, jelas Siswanto, bagi Hiswana Migas dan operator BBM di lapangan termasuk SPBU, kebijakan tersebut rawan menimbulkan konflik di tingkat bawah. Pasalnya, operator yang berhadapan langsung dengan masyarakat selaku konsumen, hanya melaksanakan kebijakan pemerintah. Dia tidak ingin muncul persoalan antara operator dengan konsumen.

"Yang perlu dimengerti dan dipahami masyarakat, pertamina dan hiswana sebagai operator hanya melaksanakan kebijakan pemerintah. Masyarakat harus pahami itu bukan kebijakan kami. Kami hanya sebagai pelaksana," tegasnya.

Siswanto sendiri menilai, kebijakan 'mendadak' itu akan menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat. Apalagi, pengaturan tersebut muncul di sela masyarakat melaksanakan lebaran. Belum lagi dengan keberadaan bus-bus di mana mereka banyak mengisi penuh solar mulai sore hingga malam hari.

Meski sudah disetujui oleh DPR RI, namun Siswanto mengusulkan agar kebijakan tersebut diterapkan selepas bulan Syawal. Jika perlu, pemerintah menaikkan saja harga BBM dibandingkan membatasi pembelian.

"Kalau sehabis bulan Syawal diterapkan, mungkin bisa. Jangan mendadak seperti ini. Masyarakat harus diberi pemahaman terlebih dulu. Kalau perlu, harga dinaikkan. Sebab, kalau dibatasi justru membuat masyarakat susah mencari BBM," usulnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online