Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Antrian tabung gas elpiji 3 Kg kosong menumpuk di sebuah agen di kawasan Nusukan, Banjarsari, Solo, Kamis (2/1). Antrian tersebut diakibatkan para konsumen gas 12 Kg beralih ke 3 Kg akibat kebijaksanaan pemerintah menaikkan harga gas 12 Kg dari Rp 80.000,- menjadi Rp 130.000,-
Harianjogja.com, JOGJA- Belum tuntas masalah permbatasan solar bersubsidi, Pertamina kembali berencana menerapkan kebijakan baru. Pertamina berencana menaikkan kembali harga jual gas elpiji 12 kilogram sebesar Rp2.000 per kg atau Rp24.000 per tabung.
Jika kebijakan tersebut benar-benar dilaksanakan maka harga gas elpiji 12 kilogram akan naik dari Rp94.000 menjadi Rp118.000 per tabung. Harga tersebut lebih mahal Rp3.000 dari harga jual Bright Gas 12 kilogram Rp115.000 per tabung.
Menanggapi rencana tersebut, sejumlah konsumen dan pengecer mengaku tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Menurut, Fatkhan salah seorang pengecer gas elpiji 12 kilogram di Tegalrejo, jika Pertamina benar-benar merealisasikan kebijakan tersebut maka akan berdampak pada penjualan.
"Kalangan rumah tangga atau pengusaha yang menggunakan gas 12kg tentu akan pikir-pikir untuk membeli lagi," ujar Fatkhan kepada Harianjogja.com, Sabtu (9/10/2014).
Diakuinya, meski penggunaan gas 12 kilogram lebih hemat dan efesien namun bukan tidak mungkin banyak pelanggan yang akan beralih ke gas 3 kilogram.
"Pertamina sebelumnya pernah menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram. Dampaknya, banyak konsumennya yang beralih ke gas ukuran 3 kilogram.
Saya rasa kalau dinaikkan lagi, potensi peralihan bisa terjadi lagi," kata Fatkhan.
Sementara, salah satu konsumen gas 12 kilogram Restiani warga Mudal Sariharjo, Ngaglik Sleman mengaku keberatan dengan rencana kenaikan harga tersebut. Menurut dia, beban pengguna gas elpiji 12 kg akan meningkat seiring dengan naiknya harga.
"Ya bisa pakai gas 12 kilogram atau memilih gas elpiji 3 kilogram. Bisa juga nanti saya kombinasi menggunakan 12 kilogram dan 3 kilogram untuk memasak," katanya.
Sekadar diketahui, dari sejumlah pemberitaan di media Pertamina berencana menaikkan harga gas elpiji 12 kg. Kenaikan harga jual gas elpiji tersebut dilakukan agar kerugian yang dialami selama ini tidak membengkak. Sampai kini, Pertamina mengklaim kerugian menjual gas elpiji 12 kilogram sebesar Rp5,4 triliun. Kerugian tersebut termasuk hitungan kenaikan harga gas 12 kilogram pada 1 Januari 2014 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Christopher Nolan sebut AI seperti Kuda Troya kaca, semua bisa lihat bahayanya. Ia juga soroti skeptisisme generasi muda terhadap AI.
Pengalaman menarik dirasakan Joko Sunarno warga Borangan, Manisrenggo, Klaten yang tinggal di Yogyakarta saat mendampingi istrinya sakit.
Biaya makan sering menjadi penyebab anggaran liburan membengkak. Simak enam cara hemat menikmati kuliner saat traveling ke luar negeri tanpa mengorbankan pengal
Kodim 0730/Gunungkidul menyiagakan mobil tangki air untuk membantu penyaluran air bersih di wilayah terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 184 tangki air