PEMBATASAN SOLAR BERSUBSIDI : Sedikit Pengaruhi Biaya Produksi Mebel

Rabu, 13 Agustus 2014 13:20 WIB
PEMBATASAN SOLAR BERSUBSIDI : Sedikit Pengaruhi Biaya Produksi Mebel

JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto NOMOR INDUK KEPABEANAN-Pekerja menjemur kain di Pasar Kliwon, Solo, pekan lalu. Peraturan yang mewajibkan eksportir antara lain mebel, tekstil dan kerajinan tangan harus memiliki nomor induk kepabeanan (NIK) kurang tersosialisasikan. Eksportir baru tahu aturan tersebut pada awal Desember 2011 sementara pemberlakuannya mulai 1 Januari lalu. Selain menghambat ekspor di awal tahun, calo atau biro jasa yang menawarkan proses cepat dalam pembuatan nomor induk itu pun gentayangan.

Harianjogja.com, JOGJA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan pembatasan kuota bahan bakar solar bersubsidi tidak banyak memengaruhi biaya produksi.

"Sebenarnya tidak terlalu berdampak signifikan, sebab hanya berpengaruh pada biaya distribusi atau pengiriman barang saja," kata Sekretaris Asmindo DIY), Endro Wardoyo, Rabu (13/8/2014).

Menurut Endro, biaya produksi akan mengalami gejolak yang signifikan justru apabila terjadi kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Dampak pembatasan solar bersubsidi masih dapat dihadapi dengan upaya efisiensi bahan baku.

"Paling tidak kami masih bisa menekan dampaknya, dengan melakukan berbagai upaya efisiensi misalnya untuk bahan baku," kata dia.

Menurut dia Asmindo DIY siap menghadapi kebijakan pemerintah terkait opsi pembatasan kuota solar bersubsidi. Hal itu, menurut dia, karena pihaknya tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti kebijakan pemerintah tersebut.

"Tidak ada alasan untuk menolak kebijakan tersebut asal tidak membuat ketidak pastian pasar," katanya.

Asmindo, menurut dia, menyadari kebijakan yang ditempuh pemerintah tersebut merupakan pertimbangan matang terkait pengaturan subsidi.

"Memang sudah menjadi risiko pengusaha, tapi kami berharap subsidi bisa dialihkan untuk perbaikan berbagai infrastruktur yang dapat mempermudah gerak operasional kami misalnya untuk infrastruktur jalan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online