3 Kereta Api dari Jogja Ini Bakal Tak Dapat Subsidi

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Kamis, 02 Oktober 2014 17:40 WIB
3 Kereta Api dari Jogja Ini Bakal Tak Dapat Subsidi

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Penumpang kereta api Prameks relasi Kutoarjo-Jogja-Solo berdesakan di dalam kereta yang melaju menuju Solo, Sabtu (27/10). PT KAI Daop VI Yogyakarta mengeluarkan kebijakan untuk menggratiskan tiket perjalanan relasi Jogja-Solo dan diskon 50 persen untuk perjalanan relasi Kutoarjo-Solo PP sejak Kamis 25/10 hingga Minggu 28/10, kebijakan itu terkait dengan kecelakaan kereta Prameks relasi Solo Jebres-Kutoarjo di as jalan kilometer 155+1/0 timur Stasiun Maguwo, Kabupaten Sleman

Harianjogja.com, JOGJA- Kereta api ekonomi jarak jauh dan jarak sedang tidak akan lagi memperoleh "public service obligation" (PSO) sebagai subsidi mulai 1 Januari 2015, termasuk tiga kereta api ekonomi di Daerah Operasi VI Jogja.

"Tiga kereta api ekonomi di Daerah Operasi VI Jogja yang tidak memperoleh PSO tersebut adalah KA Progo, Bengawan dan Sri Tanjung," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Bambang Setiyo Prayitno, Rabu (1/10/2014).

Menurut dia, tiga kereta api ekonomi jarak jauh tersebut akan memberlakukan tarif keekonomian, namun besaran tarif yang akan diberlakukan masih dalam pembahasan.

Tiket untuk ketiga kereta ekomoni keberangkatan 1 Januari 2015 tersebut sudah bisa dipesan sekitar tiga hari mendatang.

Hingga akhir 2014, harga tiket untuk ketiga kereta api ekonomi jarak jauh tersebut adalah Rp50.000. KA Bengawan melayani rute Purwosari-Tanjung Priok, Progo melayani rute Lempuyangan-Pasar Senen dan Sri Tanjung melayani relasi Lempuyangan-Banyuwangi. Seluruh kereta tersebut sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan.

"Meskipun diberlakukan tarif keekonomian mulai tahun depan, namun juga berlaku tarif parsial yaitu membayar tiket sesuai jarak yang ditempuh," katanya.

PSO yang semula digunakan untuk mensubsidi tiket kereta ekonomi jarak jauh dan sedang tersebut akan dialihkan ke kereta lokal dan komuter.

Kebijakan tersebut ditempuh agar subsidi dari pemerintah tepat sasaran karena pengguna kereta lokal atau komuter pada umumnya adalah pekerja atau pelaju yang jumlahnya cukup banyak.

Pengalihan subsidi ke kereta lokasl tersebut tidak akan selalu diberikan dalam bentuk penurunan tarif, tetapi bisa diberikan dalam bentuk lain seperti penambahan frekuensi perjalanan kereta, jumlah tempat duduk dan penambahan fasilitas.

Sejumlah kereta komuter lokal di Daerah Operasi VI Jogja di antaranya adalah Prambanan Ekspres relasi Solo-Jogja-Kutoarjo dengan harga tiket Rp6.000, dan KA Sriwedari AC relasi Jogja-Solo dengan tarif Rp10.000 serta KA Kalijaga relasi Purwosari-Semarang Poncol dengan tarif Rp10.000.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis