BCA Masih Butuh 2.000 Karyawan Baru

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 16 Oktober 2014 14:40 WIB
BCA Masih Butuh 2.000 Karyawan Baru

Kepala Kantor Wilayah II BCA Jogja Ratna Yanti menyerahkan beasiswa bakti BCA secara simbolis kepada Direktur Kemahasiswaan UGM Senawi disaksikan Head of CSR BCA Sapto Rachmadi (paling kanan) di Kantor BCA Jogja, Rabu (15/10/2014). (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)

Harianjogja.com, JOGJA—Hingga akhir tahun 2014, PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) membutuhkan setidaknya 2.000 karyawan baru.

Head of CSR BCA Sapto Rachmadi mengatakan BCA dalam periode tertentu membutuhkan pegawai baru. Selain itu, tambah dia, upaya ini dilakukan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

"PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) membutuhkan 2.000 karyawan baru hingga akhir 2014 ini," terang dia di sela pemberian Program Beasiswa Bakti BCA kepada UGM di Kantor BCA Jogja, Rabu (15/10/2014).

Selain membuka kesempatan baru bagi SDM yang baru lulus kuliah, BCA juga bertanggungjawab atas pendidikan di Indonesia. Atas alasan itu, kata dia, pihaknya secara berkelanjutan memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Disamping dana pendidikan, BCA juga akan memberikan program pelatihan soft skill bagi penerima beasiswa untuk menghadapi dunia kerja.

"Kami membutuhkan tenaga kerja yang memiliki loyalitas tinggi. Loyalitas lulusan UGM sudah dikenal dibandingkan lulusan UI. Silakan, jika tertarik bergabung dengan BCA akses situs kami," tawar Sapto saat itu.

Menurut Kepala Kantor Wilayah II BCA Jogja Ratna Yanti, BCA berkomitmen untuk terus menyokong pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Program beasiswa Bakti BCA, katanya, dimulai sejak 1999 lalu ditujukan bagi mahasiswa berprestasi untuk menyelesaikan pendidikannya. Untuk UGM, beasiswa diberikan bagi 50 mahasiswa senilai Rp500 juta.

"Tahun ini, total beasiswa bakti BC senilai Rp4,1 miliar diberikan untuk 16 perguruan tinggi. Jumlah tesebut meningkat dibandingkan 2013 sebanyak Rp3,8 miliar," katanya.

Ratna berharap, mahasiswa penerima program menjadi SDM yang berkualitas dan kompetitif menghadapi persaingan. Apalagi, jika MEA 2015 diimplementasikan, hal itu menuntut persaingan tidak hanya antar-SDM Indonesia tetapi SDM dari negara Asean lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online