UMKM DIY : PT MAK Gencar Penetrasi Pasar Ekspor

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 26 Januari 2015 11:40 WIB
UMKM DIY : PT MAK Gencar Penetrasi Pasar Ekspor

CEO MAK Boentoro (kiri) saat menerima penghargaan dari Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Sleman Yusron Purbatin, kemarin. (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)

UMKM DIY, PT MAK tidak lagi menyasar pasar dalam negeri tetapi juga merambah pasar asing.

Harianjogja.com, JOGJA-CEO PT. Mega Andalan Kalasan (MAK), Boentoro mengatakan pihaknya akan terus berusaha untuk meningkatkan setoranpajak kepada Negara dengan cara meningkatkan kinerja perusahaan.

“MAK sampai saat ini menguasai pasar 70 persen untuk market produk peralatan rumah sakit di Indonesia. Selain menggarap pasar dalam negeri, MAK juga gencar melakukan penetrasi pasar ekspor,” ujarnya, Jumat (23/1/2015).

Perusahaan yang bermarkas di Prambanan dan Kalasan, Sleman ini telah mengirim produknya ke beberapa Negara Eropa, Timur Tengah dan Jepang. Dia mengatakan, produk-produk MAK mampu diterima di pasar luar negeri karena dalam produksinya menerapkan standar internasional.

“Kami berani menargetkan penjualan eksport tahun ini senilai US$ 4 juta,” terang Boentoro.

Dia sengaja menggenjot pemasaran ke luar negeri karena ingin membuktikan karya anak bangsa juga bisa diterima dengan baik di luar negeri. Syaratnya, setiap produk yang dijual harus memenuhi standar yang ditentukan. Bos MAK yang kini akrab dengan kalangan seniman Jogja ini, justru menyoroti kebijakan pemerintah dalam menggunakan anggaran belanja barang peralatan rumah sakit.

“Sebenarnya, setiap tahun ada anggaran senilai Rp 1 trilyun khusus untuk membeli peralatan tumah sakit. Misalnya, tempat tidur rumah sakit .Sayangnya, sebagian besar anggaran tersebut justru dibelanjakan untuk produk asing dan tidak membeli produk dalam negeri. Ini sangat ironis,”sesalnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online