APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak jenis Premium di SPBU. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Pertumbuhan ekonomi terutama mengenai laju inflasi dapat tertahan berkat harga BBM yang mengalami penurunan.
Harianjogja.com, JOGJA- Kota Jogja mengalami inflasi sebesar 0,13%. Inflasi Januari 2015 terjadi karena adanya perubahan harga yang memengaruhi angka indeks harga konsumen (IHK). Inflasi yang awal 2015 ini jauh dari inflasi pada akhir 2014 yang mencapai 1,76%.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga beberapa kelompok pengeluaran. Selama Januari lalu, sebanyak enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Mulai kelompok bahan makanan naik 2,03%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,54%) dan kelompok perumahan, air, listrik, gas bahan bakar (1,05%).
Menurut dia, hanya kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami penurunan selama Januari lalu. Penurunan harga BBM tercatat sebesar 3,76%. Penurunan kelompok tersebut, mampu menahan terjadinya laju inflasi di Jogja.
“Bensin, misalnya, turun 15,94 persen dengan memberi andil sebesar (minus) -0,73 persen, cabai merah turun 9,85 persen dengan andil sebesar (minus) -0,04 persen,” ujar Bambang di sela jumpa pers Perkembangan Indeks Harga Konsumen di Jogja, Senin (2/2/2015) di Kantor BPS DIY.
Terkait perkembangan harga berbagai komoditas, Bambang mengatakan selama Januari 2015 menunjukkan kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan BPS, inflasi 0,13% dikarenakan IHK mengalami kenaikan dari 116,84 (Desember 2014) menjadi 116,99 (Januari 2015).
“Laju inflasi tahun kalender 2015 (Januari 2014 terhadap Desember 2014) sebesar 0,13 persen. Sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2015 terhadap Januari 2014) sebesar 5,62 persen,” terangnya.
Sementara, Ketua III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY Arief Budi Santoso mengatakan, dampak penurunan harga BBM cukup berpengaruh menahan lajunya inflasi. Pasalnya, penurunan harga BBM mampu menurunkan sejumlah harga komoditas.
“Saat ini, harga cabai turun, harga daging dan telur ayam juga turun. Ini mampu menahan lajunya inflasi,” tukasnya.
Dijelaskan Arief, sesuai dengan siklus di DIY, inflasi yang rendah terjadi sejak awal tahun hingga Mei mendatang.
“Umumnya awal tahun inflasi bisa terjaga dengan baik. Kemudian Juni mengalami kenaikan, kemudian turun lagi, lalu Desember naik lagi,” terang Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 11 Agustus 2026 tersedia dari dini hari hingga malam. Cek jam keberangkatan YIA-Jogja dan sebaliknya.
UGR Tol Jogja-YIA tahap ke-55 senilai Rp131 miliar mulai dicairkan. BPN Kulonprogo meminta penerima segera mengosongkan lahan.
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
MK mendengarkan keterangan Polri dan KPK dalam uji materi Pasal 603 KUHP terkait kewenangan penetapan kerugian keuangan negara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap Palur-Yogyakarta dan tarif KRL Rp8.000.