10 Berita Terpopuler Jogja Hari Ini: Isu Ibadah hingga Paylater
Top Ten News Harianjogja edisi Kamis 28 Mei 2026, rangkuman isu penting Jogja mulai polemik ibadah, pendidikan, hingga ekonomi.
Peluang usaha dalam era perdagangan bebas memberikan kesempatan bagi Indonesia menggarap pasar di luar negeri, seperti di Myanmar.
Harianjogja.com, JOGJA- Myanmar menjadi salah satu negara yang dibidik pasar Internasional. Selain potensi sumber daya alam (SDA) yang belum tergarap maksimal, biaya investasi di Myanmar cukup rendah.
Menurut Duta Besar Myanmar Ito Sumardi, Myanmar memiliki potensi bisnis dan pariwisata luar biasa. Dengan jumlah penduduk 61 juta jiwa, Myanmar memberi peluang bisnis tersendiri. Sebab, living cost di negara yang terbilang baru itu cukup rendah. Padahal, Myanmar memiliki potensi SDA yang luar biasa.
"Di bidang pertambangan, misalnya, Myanmar memiliki batu permata terbaik di dunia, Ruby. Untuk 10 karat saja Rp1,5 M," Ito di sela kegiatan Ambassadors Go To Jogja With Love "Temu Mitra Pers dan Usaha Jogja" yang digelar PWI, KADIN dan Pengusaha DIY di Eastparc Hotel Jogja, Selasa (10/2/2015).
Tidak hanya itu, di bidang agraria Myanmar juga penghasil beras dan produk kayu jati terbesar di dunia. Selain konflik sosial rendah, kata Ito, tanah di negara itu dikuasai negara. Selain living cost di negara itu cukup rendah, pemerintahannya juga pro investasi.
"Ada jaminan dari Myanmar tidak ada nasionalisasi aset. Regulasi pajak menarik, sebelum usaha berjalan dan menghasilkan, belum dikenai pajak. Cuma, ada kendala di mana SDM yang terampil masih terbatas dan kondisi infrastruktur belum baik," kata Ito.
Sementara, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Gonang Djuliastono mengapresiasi sambutan positif dari para dubes negara sahabat. Pada acara ini ada dubes Indonesia dari 15 negara yang diundang.
"Kami bersama tim dubes juga telah menemui Gubernur karena langkah yang paling aman untuk menaikkan devisa adalah melalui ekspor," kata Gonang.
Dalam temu mitra ini, peran Kadin hanya sebagai fasilitator. Untuk tindak lanjutnya diserahkan kepada masing-masing asosiasi pengusaha yang diundang dalam pertemuan. Khusus untuk Myanmar, pelaku usaha pariwisata Jogja akan melakukan eksebisi ke negara itu yang dijadwalkan Maret mendatang.
"Jika keseluruhan ekspor lancar diprediksi bisa mendorong laju pertumbuhan ekspor di kisaran 3-4 persen. Selama ini pangsa pasar ekspor Jogja kebanyakan ke negara Eropa, Timur Tengah, dan Suriname," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja edisi Kamis 28 Mei 2026, rangkuman isu penting Jogja mulai polemik ibadah, pendidikan, hingga ekonomi.
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.