15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Kredit perumahan dari BTN pada tahun ini akan merambah 200-300 unit rumah.
Harianjogja.com, JOGJA- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Wilayah Jogja siap menyalurkan dana kredit pemilikan rumah (KPR) untuk skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) senilai Rp20,6 Miliar dengan target pembangunan rumah antara 200-300 unit.
Kepala Cabang BTN Jogja Ahmad Fatoni mengatakan BTN mendukung pembiayaan kredit untuk program pemerintah untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tahun ini, sambungnya, pemerintah berencana melakukan pembangunan 1 juta unit rumah untuk MBR di seluruh Indonesia .
“Dari jumlah tersebut, kami menyiapkan dana untuk kredit FLPP senilai Rp20,6 M dengan target hingga 300 unit," papar Fatoni di kantornya, Senin (9/3/2015).
Pihaknya mengatakan implementasi kredit FLPP tersebut sempat tertunda karena kebijakan yang masih dibahas mulai Juli 2014 lalu. Meski kehilangan momentum selama enam bulan lebih, pihaknya siap membantu pemerintah dari sisi pembiayaan kredit rumah BTN. Terutama, untuk mengurangi angka kekurangan kepemilikan rumah (backlog) saat ini. Namun, sambungnya, program tersebut harus mendapat dukungan ketersedian lahan, infrastruktur serta perizinan.
"Untuk lahan yang cocok untuk pembangunan tergantung kesiapan para pengembangan,”katanya.
Toni sapaan akrab Fatoni menyebut, BTN menurunkan uang muka 1% untuk skema FLPP yang semula 5%-10% dengan bunga 7,25%. Namun, dia mengaku masih menunggu kebijakan resmi dari BTN Pusat terkait kebijakan uang muka tersebut.
“Kami masih menunggu kebijakan pemerintah soal itu. Yang jelas, penyediaan kredit FLPP ini harus tepat sasaran. Di mana, salah satu persyaratannya hanya untuk warga yang penghasilannya perbulan maksimal Rp4,5 juta,” sambung Toni.
Meski begitu, ketetapan harga rumah tapak via FLPP di mana maksimal Rp105 juta per unit, bukan tanpa kendala. Menurut Toni, selain masalah ketersediaan lahan, harga jual tanah yang tinggi di Jogja menjadi persoalan yang dihadapi. Dengan demikian, besar kemungkinan pihaknya merealisasikan FLPP untuk wilayah pinggiran DIY termasuk Temanggung, Wonosobo dan Purworejo.
“Tidak mungkin dengan dana sebesar itu kredit FLPP terealisasi di Jogja. Kami perbankan, tentu bekerja sesuai dengan kaedah dan prinsip perbankan,” ujarnya.
Sebelumnya, Deputy Branch Manager BTN Syariah Jogja Fajar Setyo Nugroho mengatakan, pihaknya pada tahun ini masih memfokuskan diri untuk pembiayaan perumahan. FLPP disebutkannya akan memperbanyak cakupan dari segmen sasaran, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Segmen ini diakuinya selama ini belum banyak tergarap.
"Misalnya, karyawan pabrik dengan gaji masih standar UMR. Itu kan belum banyak terjamah. Justru itu akan kami sasar," kata Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.