Gandeng UGM, PDAM Sleman Uji Deteksi Kebocoran Pakai Satelit
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Tarti, pedagang beras di Pasar Gading, Solo, Jawa Tengah melayani pembeli di kiosnya, Selasa (3/3/2015). Saat ini, harga beras mulai beranjak turun Rp200/kg hingga Rp500/kg. Harga kebutuhan pokok itu diperkirakan akan terus turun pada pertengahan bulan Maret 2015 ini seiring dengan datangnya masa panen raya. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Pertumbuhan ekonomi, kenaikan harga beras dan bensin mengerek angka inflasi Jogja sebesar 0,15%
Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan harga sejumlah komoditas selama Maret menjadi penyebab terjadinya inflasi Kota Jogja sebesar 0,15%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), perkembangan harga berbagai komoditas selama Maret 2015 menunjukkan adanya kenaikan. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga menyumbang terjadinya inflasi di antaranya, beras dan bensin naik 4,01% dan 4,21% dengan masing-masing memberikan andil 0,15%.
Begitu juga dengan komoditas bawang merah naik 43,97% memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,13%. Rokok kretek filter naik 2,84% dan memberikan andil sebesar 0,04%. Kenaikan bahan bakar rumah tangga, daging sapi, sewa rumah, sepeda motor, mobil masing-masing memberikan andil sebesar 0,01%.
Menurut Kepala BPS DIY, Bambang Kristianto, inflasi di Jogja terjadi akibat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari posisi 116,52 pada Februari menjadi 116,69 pada Maret. Dia menyebutkan, terdapat empat kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan IHK. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan 0,53%, kelompok sandang naik 0,43%, kelompok kesehatan naik sebesar 0,21% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,60%.
Komoditas yang menghambat laju inflasi adalah daging dan telur ayam ras. Cabai merah, tarif kereta api dan wortel turut menghambat laju inflasi. “Komoditas tersebut mengalami penurunan harga sehingga inflasi bisa ditekan,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Pemerintah membentuk posko terpadu untuk menangani gempa NTT dan mempercepat pemulihan jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, serta internet.
Dua Pos Lantas di Surabaya dilempari bom molotov. Polisi menangkap pelaku dan masih menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Harga emas menguat 0,84% sepekan dan diprediksi melanjutkan reli. Emas berpeluang menguji level US$4.503 per troy ounce.
Australia dan Malaysia menyampaikan belasungkawa atas gempa M7,7 di NTT yang berdampak pada ribuan warga dan menewaskan 47 orang.
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.