CSR Perusahaan Bisa Dipakai Lindungi Pekerja Informal, Ini Arahan Sri Sultan
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Buruh panen sedang mengumpulkan gabah hasil panenan dari mesin perontok saat panen padi di Desa Langenharjo, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2015). Saat ini, pemerintah telah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) dari Rp3.300/kg menjadi Rp3.750/kg. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Harga produk pertanian di DIY turun selama Maret 2015
Harianjogja.com, JOGJA- Nilai Tukar Petani (NTP) di DIY selama Maret 2015 kemarin mengalami penurunan 1,29% dibanding indeks bulan sebelumnya.
Hal ini dipicu penurunan indeks harga produk pertanian yang diterima petani sebesar rata-rata 0,81%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, angka NTP Maret 2015 di DIY hanya bertahan pada poin 99,48 atau menurun dari bulan sebelumnya (NTP 100,79).
Penurunan angka NTP tersebut terjadi pada semua subsector. Penururnan terbesar terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 2,16%. Diikuti subsektor tanaman perkebunan rakyat yang turun 1,57% dan subsektor peternakan turun sebesar 0,97%.
“Sementara, subsektor perikanan turun 0,66 persen dan subsektor hortikultura turun 0,50 persen,” kata Kepala BPS DIY, Bambang Kristianto, belum lama ini.
Adapun indeks harga yang diterima petani (It) menunjukkan fluktuasi harga yang beragam dari berbagai komoditas pertanian. Secara umum, pada Maret 2015, It di DIY mengalami penurunan sebesar 0,81% hingga anjlok ke poin 115,62 dibanding bulan sebelumnya yang berada pada kisaran 116,57.
Subsektor tanaman pangan menjadi wilayah yang mengalami penurunan terbesar, yakni 1,59%. Diikuti subsektor tanaman perkebunan rakyat (turun 1,09%), peternakan (0,50%), perikanan (0,49%) dan hortikultura (0,06%).
"Fluktuasi harga barang dan jasa terlihat dari Indeks harga yang dibayar petani (Ib) di wilayah DIY yang mengalami kenaikan 0,49 persen dari 115,66 menjadi 116,22. Kenaikan indeks ini terjadi pada semua subsektor dengan angka terbesar berada di subsektor tanaman pangan yakni 0,58 persen," jelas Bambang.
Mengekor di belakangnya subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik sebesar 0,49%, subsektor peternakan 0,47%, hortikultura 0,44% dan subsektor perikanan naik sebesar 0,17 %.
“Kenaikan indeks tertinggi pada subsektor tanaman pangan disebabkan naiknya harga beberapa komoditi barang konsumsi rumah tangga seperti bawang merah, bensin, cabe rawit dan beras,” tambah Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Jadwal KA Bandara YIA 13 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.