OPINI: Efisiensi Berkeadilan, Pedoman Konstitusional Program Strategis Pemerintah
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Mengisi waktu luang lansia Dusun Bulak Desa Tuksono, Sentolo, mengerjakan tas anyaman dari serat agel di Pendopo BKL Tunas Mekar, pekan lalu. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika NS)
Purnabakti produktif menjadi harapan BTPN sehingga lembaga keuangan ini memberikan pelatihan pada pensiunan
Harianjogja.com, JOGJA- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mengimplementasikan model bisnis yang mengintegrasikan misi sosial dan misi bisnis dalam produk dan layanannya. Sinergi antara kedua misi tersebut tercermin melalui Program ’Daya’.
Regional Government Head BTPN Purna Bakti untuk wilayah Jawa Tengah Hari Suseno menjelaskan, Daya merupakan program pemberdayaan BTPN yang memiliki tiga pilar program, meliputi, Daya Sehat Sejahtera, Daya Tumbuh Usaha dan Daya Tumbuh Komunitas. Program tersebut, katanya, diterapkan pada seluruh unit bisnis BTPN, mulai BTPN Purna Bakti, Mitra Usaha Rakyat, BTPN Mitra Bisnis dan BTPN Sinaya.
“Program Daya ini difokuskan melayani nasabah pensiunan, pelaku UMKM dan usaha menengah dan unit bisnis pendanaan BTPN. Program ini juga diimplementasikan pada anak usaha BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas pra-sejahtera produktif,” ujarnya kepada wartawan di Jogja, Selasa (9/6/2015).
Khusus bagi nasabah pensiunan, lanjutnya, BTPN memahami para pensiunan tidak hanya membutuhkan layanan jasa keuangan yang cepat dan mudah. Mereka juga memiliki kebutuhan lain untuk tetap hidup sehat dan sejahtera. Agar tetap sejahtera dan produktif di usia senja, BTPN menyiapkan program pelatihan usaha bagi para nasabah purnabakti.
“Program Daya ini diselenggarakan secara berkala di seluruh wilayah operasional BTPN. Kami juga mengundang pihak luar seperti produsen terigu, pengusaha budidaya perikanan dan lainnya untuk melatih para nasabah pensiunan,” terang Hari.
Dalam kegiatan pelatihan usaha yang dilaksanakan hari ini, BTPN Purna Bakti mengajak para nasabahnya berkunjung ke lokasi usaha budidaya jamur di daerah Kulonprogo. Nasabah akan diajarkan cara memulai usaha budidaya jamur tiram, jamur kuping dan jamur lingzhi untuk kesehatan.
“Kami menyadari bahwa untuk bisa tetap produktif dan sejahtera setelah purnatugas, nasabah tidak hanya membutuhkan akses keuangan, juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas mereka,” ujar Hari.
Pelatihan budidaya jamur kali ini terasa lebih istimewa karena dilakukan di tempat nasabah BTPN Purna Bakti yang sukses merintis usaha di usia pensiun.
”Kami meyakini, sebagai sesama pensiunan, mereka umumnya memiliki cara pandang dan bahasa yang relatif sama. Jadi, kegiatan nasabah menginspirasi nasabah ini akan efektif dalam menularkan semangat berwirausaha di kalangan pensiun,” kata Hari.
Salah satu nasabah BTPN Subandi mengatakan, setelah pensiun dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, ia menekuni usaha budidaya jamur pada 2008 lalu.
”Saya memberi nama usaha jamur ini ”Julira”, kependekan dari bulan Juli hari Rabu. Julira itu untuk mengenang hari dan bulan saya resmi menjadi pensiun,” katanya, penuh makna.
Dengan menekuni budidaya jamur, Subandi bukan hanya berhasil mengisi hari tuanya dengan kegiatan yang produktif. Ia juga tetap sehat dan makin sejahtera.
”Banyak pilihan untuk menghabiskan masa pensiun. Saya memilih tetap produktif karena saya percaya itulah kunci sehat dan sejahtera di usia senja,” kata Subandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.