Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Irwan Hidayat (kiri) berbincang dengan Direktur Revi Firmansjah di sela-sela public expose di Jakarta, Jumat (25/4/2014). PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. membagikan dividen senilai Rp405 miliar atau pay out ratio 99,5% dari total laba bersih tahun buku 2013 senilai Rp405,9 miliar. (Alby Albahi/JIBI/Bisnis)
Produk baru dari Sido Muncul, Tolak Linu.
Harianjogja.com, JOGJA-Untuk memenuhi banyaknya permintaan dari masyarakat, PT Jamu dan Farmasi Sido Muncul mengenalkan produk barunya, Tolak Linu. Tolak Lini merupakan "adik" Tolak Angin yang dikhususkan untuk penderita Pegelinu.
Menurut Presiden Direktur (Presdir) PT Jamu dan Farmasi Sido Muncul Irwan Hidayat, produk baru tersebut sudah siap dipasarkan. Menurut rencana, Tolak Lini Sido Muncul akan dirilis pada 12 Juli mendatang bersamaan dengan program Mudik lebaran.
"Ini merupakan produk herbal yang dikembangkan oleh kami. Produk ini mampu menjawab kebutuhan mereka yang terserang pegal linu, terutama diusia 40 tahun ke atas," ujar Irwan dalam rilisnya, Sabtu (4/7/2015).
Dia mengatakan, produk baru tersebut merupakan produk bebas gula (free sugar), sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi masyarakat yang memiliki penyakit gula atau diabate. Hingga kini, katanya, Sido Muncul telah mengeluarkan produk sebanyak 170 produk. “Produk baru tersebut juga sebagai bentuk respon Sido Muncul terhadap keinginan masyarakat,” tutur Irwan.
Sebelum melaunching produk baru tersebut, Sido Muncul terlebih dulu mensitribusikan sekitar 10 persen produk tersebut dengan kemasan bernama Pegelinu. "Setelah dievaluasi, akhirnya kami merevisi nama produk ini dengan Tolak Linu. Ini merupakan "adik" dari Tolak Angin yang sudah mendunia," tukasnya.
Untuk sementara ini, produk baru hanya akan dipasarkan di pasar domestik. Setelah pasar domestik berkembang baru akan dijual ke luar negeri. “Kami akan konsentrasi dulu untuk pasar domestik. Jika nanti ternyata laku keras baru kita pikirkan untuk diekspor. Ini juga bentuk dari dukungan kami terhadap program pemerintah gemar minum jamu setiap hari Jumat,” tutup Irwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Ekek Keling Sunda dari Gunung Pangrango disebut nyaris punah akibat perburuan. TSI menyiapkan empat pasang untuk dilepasliarkan.
PSEL Bantul memasuki tahap persiapan. Pematangan lahan dijadwalkan September dan proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp3 triliun.
Empat korporasi di Kalimantan Barat diselidiki terkait dugaan pelanggaran karhutla. Pemerintah membuka opsi pencabutan izin jika terbukti melanggar.
Bapanas menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan pemerintah guna membantu masyarakat terdampak bencana alam sepanjang 2026.