APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Sugianto bersyukur penjualan Teri naik pada Lebaran ini. (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
Harga kebutuhan pokok seperti ikan asin mengalami penurunan penjualan.
Harianjogja.com, JOGJA- Pada musim Lebaran tahun ini, hampir semua sektor usaha terpukul akibat perlambatan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Tak terkecuali, penjualan ikan asin di Pasar Beringharjo.
Menurut Sugianto, salah seorang penjual ikan asin, jika tahun lalu ia mampu meraup keuntungan besar dari penjualan ikan asin namun tahun ini harapnya buyar. Sebab, penjualan ikan asin menjelang Lebaran tahun ini justru turun.
"Tidak mengalami peningkatan sama sekali. Permintaan juga biasa," keluh Sugianto saat menjawab pertanyaan Bisnis.com, Selasa (14/7/2015).
Padahal, sejak jauh hari dia berharap berkah pada Ramadan dan Lebaran tahun ini. Stok pun ditambah demi memenuhi permintaan pasar yang biasanya tinggi. Sayang, perkiraannya meleset. Stok ikan asin masih menumpuk, dan hanya sebagian yang terjual.
"Saya jauh-jauh hari sudah minta kiriman dari Pasuruan, Demak bahkan Tuban. Soalnya, stok di Jogja kurang bisa memenuhi permintaan," katanya.
?Ditanya soal penyebabnya, Sugianto mensinyalir masalah perlambatan ekonomi menjadi penyebabnya. Sebab, daya beli masyarakat jadi turun sejak perekonomian Indonesia melambat. "Parahnya, lebaran tahun ini juga bersamaan dengan pendaftaran sekolah dan kuliah. Orang cenderung tidak banyak belanja, demi membayar biaya pendidikan," tandasnya.
Beruntung, dia dibantu dengan banyaknya pengusaha angkringan di DIY. Sebab, penjualan ikan teri asin selama sepekan ia mampu menjual sebanyak 5 kuintal.
"Harganya saya patok Rp32.000 per kg. Ini karena banyak usaha angkringan di Jogja. Teri yang membantu penjualan saya lebaran ini," ujarnya sambil bersyukur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.