Mukena Unik ini Bisa "Bercerita"

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Senin, 27 Juli 2015 14:40 WIB
Mukena Unik ini Bisa "Bercerita"

Mukena unik dari relawan Rumah Asa ini bisa bercerita

Harianjogja.com, JOGJA- Kreativitas dalam membuat karya menjadi nilai jual tersendiri. Relawan Rumah Asa pun mencoba sekreatif mungkin agar mukena mereka berbeda dengan yang lain dan semakin laris. Salah satunya yakni dengan membuat konsep satu mukena satu desain.

Satu mukena, satu desain. Konsep itulah yang coba diunggulkan Rumah Asa untuk produk Mukena Asakura. Rubi Utami Varalin, salah satu penggerak Rumah Asa mengungkapkan, satu desain mukena sengaja hanya untuk satu mukena agar tidak ada yang sama. Setiap anak memiliki mukena spesial untuk mereka sendiri.

“Kecuali kalau ada pesanan motif yang sama. Motif yang berbeda juga untuk memanjakan ego dari ibu-ibu yang pesan,” ujar dia kepada Harian Jogja, Minggu (26/7/2015).

Konsep tersebut diterapkan untuk mukena anak-anak yang mereka produksi. Mereka tak asal membuat konsep, namun didasarkan pada sebuah buku cerita anak. Ide yang  tertuang dalam buku tersebut, direalisasikan dalam kain flanel yang dibentuk sesuai isi buku.

Ia menjelaskan, hal tersebut membuat mukena yang dibuat lebih terkonsep daripada dengan asal tempel sebuah motif. Selain itu, dalam selembar mukena, ada dua pesan yang bisa disampaikan yakni  mengajarkan anak untuk lebih gemar beribadah dan nilai edukasi dari sebuah buku cerita untuk anak bisa tersampaikan.

Penjualan pun dilakukan satu paket dengan buku cerita yang gambarnya tertuang pada mukena itu. Sampai saat ini, setidaknya ia dan rekan-rekannya sudah membuat 184 motif yang berbeda.

“Harganya satu mukena Rp105.000 sampai Rp115.000. Jika membeli dalam jumlah lebih dari satu [minimal lima], akan ada potongan Rp20.000 per mukena,” ujar dia.

Proses pembuatannya pun dinilai cukup lama. Sepekan, paling banyak bisa memproduksi 10 potong mukena. Ia mengaku tak ingin terburu-buru karena ingin mempertahankan kualitas. Usaha keras itu membuahkan hasil karena permintaan terus bertambah. Mukena bercerita itu pun bisa mendongkrak omzet yang rerata per bulan Rp10 juta hingga Rp15 juta. Omzet tersebut termasuk jenis mukena lainnya.

Ide membuat mukena bercerita berawal dari 2012 lalu. Wanita yang akrab disapa Uut bercerita pada 2012 ia dan relawan Rumah Asa mebuka sebuah toko kecil dan Taman Baca. Ada kegiatan pelatihan membuat kerajinan tangan dari kain flanel. Mereka pun berfikir untuk membuat kerajinan dari flanel mampu menambah pundi-pundi penghasilan.

“Kalau  untuk gantungan kunci sudah biasa, toples dan souvenir pun sudah banyak. Dulu momennya bareng dengan booming-nya  mukena Bali,” ujar dia.

Dari situ, terpikirkan ide untuk membuat mukena dengan hiasan dari flanel. Selama ini, mukena yang sering dipromosikan adalah mukena  dewasa. Mereka pun ingin membuat mukena yang didedikasikan untuk anak-anak, maka diputuskan untuk membuat mukena bercerita untuk anak. Rupanya, respons dari orang tua murid sangat baik.

“Kami ingin lebih maju  lagi. Kami rencananya akan menambah dua mesin jahit lagi,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis