KOMPETISI USAHA MIKRO : CMA 2015 Ditarget Jaring 400 Peserta

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jum'at, 21 Agustus 2015 19:20 WIB
KOMPETISI USAHA MIKRO : CMA 2015 Ditarget Jaring 400 Peserta

Alumni Gathering dan Launching CMA 2015 yang digelar di Hotel Horison, Jogja, Kamis (20/8/2015). /Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah

Kompetisi usaha mikro, Citi Microentrepreneurship Award (CMA) ke-11 pada 2015 ditarget menjaring 400 peserta

Harianjogja.com, JOGJA-Citi Peduli dan Berkarya (Peka) kembali menyelenggarakan Citi Microentrepreneurship Award (CMA) ke-11 pada 2015. Penyelenggara menargetkan 400 peserta.

Country Corporate Affairs Head Citi Indonesia Elvera N Makki menjelaskan, CMA merupakan inisiatif global yang didanai Citi Foundation. Tujuannya, meningkatkan wawasan mengenai pentingnya kewirausahaan dan akses keuangan bagi pengusaha mikro. Saat ini CMA telah dilaksanakan di lebih dari 30 negara di dunia dengan total jumlah pemenang mencapai 5.500 pengusaha.

“Sejak awal, Citi menyadari pentingnya peran pengusaha mikro dalam pertumbuhan perekonomian bangsa. Kami di Indonesia memiliki komitmen tinggi terhadap pelaksanaan CMA ke-11,” ujar dia di Hotel Horison dalam Alumni Gathering dan Launching CMA 2015, Jogja, Kamis (20/8/2015).

Pembina UKM Center FE UI Nining I Susilo mengungkapkan, untuk mengikuti ajang ini, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) diimbau untuk aktif. LKM memberikan rekomendasi pada UKM binaannya untuk mengikuti kegiatan ini. Pendaftaran sudah dibuka mulai Agustus hingga 30 September 2015.

“Mereka akan kami seleksi berkas-berkasnya terlebih dahulu. Setelah itu akan kami survei langsung di lapangan,” ujar dia.

Dalam survei di lapangan, akan dinilai tingkat produksi, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan limbah, hingga hubungan dengan  lingkungan sekitar. Dari seluruh peserta yang mendaftar akan dipilih 16 UKM beserta LKM-nya untuk penilaian akhir di Jakarta. Pemenang akan mendapatkan uang pembinaan Rp20 juta, juara kedua Rp15 juta, dan best of the best Rp25 juta.

“Sejak diluncurkan 2005 lalu, CMA telah menyurvei 5.000 pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia dengan 100 pengusaha mikro terbaik,” ujar dia.

Ia menjelaskan, ada empat kategori yang dikompetisikan yakni wirausaha mikro perempuan, wirausaha mikro sosial, wirausaha mikro berwawasan lingkungan, dan wirausaha mikro pelestarian budaya. “Kami melihat banyaknya potensi di dalam masyarakat. Jika didukung dan dibekali, maka mereka akan mampu menjadi tulang punggung perekonomian bangsa,” ujar dia.

Direktur Pengembangan Inklusi dan Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eko Ariantoro mengatakan, pelaku usaha mikro harus lebih terpacu untuk meningkatkan kapasitasnya. Mereka harus siap menghadapi pasar yang semakin kompetitif. “Kami akan mendukung dengan penyediaan program yang memudahkan mereka mengakses keuangan,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis