Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Salah seorang konsumen memilih busana muslim di Karita Muslim Square. (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
Kondisi ekonomi tidak mempengaruhi penjualan busana muslim di Jogja
Harianjogja.com, ?JOGJA- Penjualan busana muslim di Jogja dinilai tidak terpengaruh penurunan daya beli masyarakat akibat perlambatan ekonomi. Pasar busana muslim masih tumbuh bahkan mengalami kenaikan hingga 10%.
Direktur Bisnis Karita Muslim Square Arief Nur Wibawanto menjelaskan, kenaikan nilai tukar dolar atas rupiah dan perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun ini tidak memengaruhi penjualan busana muslim. Sampai saat ini, pertumbuhan penjualan busana muslim mencapai 10%.
"Penjualan tetap stabil, tidak terpengaruh [perlambatan ekonomi]. Meskipun ada kenaikan bahan baku dan produksi busana, kami bahkan tidak melakukan PHK [pemutusan hubungan kerja]," katanya di sela-sela perayaan Milad ke 13 Karita Muslim Square Jogja, Minggu (22/11/2015).
?Dijelaskan Arief, market busana muslim di Jogja cukup besar. Sementara, pemain busana muslim sendiri masih sedikit. Kondisi tersebut yang menyebabkan penjualan busana muslim di Jogja cukup bergairah. Rata-rata konsumen didominasi kalangan remaja, mahasiswi dan ibu-ibu remaja.
"Banyak pembeli yang datang, tidak hanya dari Jogja, dari luar Jogja pun banyak. Ini yang menjadi alasan kenapa penjualannya tidak terpengaruh daya beli masyarakat. Ini karena masalah kebutuhan sandang," katanya.
Untuk bisa terus menjaga persaingan pasar busana muslim, jelas Arief, pihaknya terus melakukan inovasi produk. Dalam satu tahun, minimal empat kali produksi baru yang dirilis ke pasar. Hal itu dilakukan sebagai komitmen untuk memberikan warna baru bagi perkembangan fashion muslim muda. Menurut Arief, tren busana muslim setiap musim mengalami perubahan, mulai corak, bahan, warna hingga motifnya.
"Untuk warna busana muslim, saat ini tren warnanya masih monochrome. Terkadang warna pop street yang cerah-cerah atau warna pastel. Cepat sekali perubahan. Beruntung kami memiliki tim kreatif yang mampu memenuhi keinginan pasar," katanya.
Sementara Manager Karita Muslim Square Jogja Leliana Istiqomah mengatakan, memperingati Milad ke 13 pihaknya menggelar sejumlah aksi sosial. Salah satunya, aksi donor darah dengan target 100 kantong. Selain itu, pihaknya juga menggelar program Jumat sedekah. Selain di Jogja, Karita ?juga berada di Purwokerto dan Surabaya.
"Karita mendonasikan 10 persen dari total belanja untuk hafidz Alquran [penghafal Alquran]. Donasi ini kami kumpulan dari konsumen. Kalau mereka tidak mau diskon lima persen, maka diskon itu kami donasikan kepada mereka yang membutuhkan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Tinjauan 20 penelitian menemukan kemungkinan kaitan penggunaan HP saat hamil dengan fungsi jantung janin dan masa kehamilan. Bukti belum konklusif.
BYD menarik kembali 32.009 unit Shark 6 di Australia karena kabel penyangga ban serep berisiko aus dan putus hingga membuat ban terlepas.
Indonesia meraih emas bulu tangkis beregu putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan China 3-2. Jonatan Christie jadi sorotan usai tiga kali kalah.
Berikut proyeksi ranking FIFA Indonesia jika menang, imbang, atau kalah dari Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026
Mercedes-Benz memperingatkan dua pabrik di Jerman bisa ditutup jika biaya produksi tak ditekan. Perusahaan belum menyebut lokasi yang terancam.