Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Ilustrasi komoditas perdagangan cabai rawit (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Pedagang menjual cabai rawit di harga Rp60.000 di pasar tradisional
Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki April ini, hampir semua jenis sayuran mengalami penurunan harga. Cabai rawit yang pernah menyentuh Rp130.000 per kilogram, kini tak lagi mengiggit harganya. Pedagang menjual cabai rawit di harga Rp60.000 di pasar tradisional.
Yati, salah satu pedagang sayuran di Pasar Kranggan, Jogja, mengatakan saat ini harga cabai rawit semakin turun. Cabai hijau untuk lalapan yang sebelunya menyentuh harga Rp70.000 juga sudah turun menjadi Rp35.000 per kilogram.
Sayuran lainnya seperti bunga kul dan brokoli juga terbilang stabil. Sebelumnya, kedua komoditas tersebut dijual Rp25.000 per kilogram tetapi sekarang sudah turun menjadi Rp20.000. “Kalau Rp20.000 itu sudah termasuk murah kalau kualitas kolnya besar dan bersih,” tuturnya kepada Harian Jogja, Senin (3/4).
Wortel, sawi hijau, dan sawi putih juga stabil. Secara berturut-turut harganya Rp10.000, Rp7.000 dan Rp6.000. Menurut Yati, selain harga yang semakin turun, kualitas sayuran yang ada di pasaran saat ini semakin baik. Hal tersebut dikarenakan faktor intensitas hujan yang semakin menurun. Dulu, kata Yati, saat setiap hari turun hujan, semua jenis sayuran tidak mampu bertahan lama dan mudah busuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.
Megawati Soekarnoputri dan Dubes Kuwait membahas konflik Timur Tengah, Palestina, hingga stabilitas Selat Hormuz di Jakarta.