Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Jogja City Mall bagi-bagi pin untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6/2017). (Ist)
Harianjogja.com, JOGJA—Memperingati Hari Lahir Pancasila, Jogja City Mall membagikan pin kepada para pengunjung yang menghabiskan waktu di mal yang berada di Jalan Magelang, Sleman tersebut, Kamis (1/6/2017).
Pin yang bertuliskan Saya Indonesia, Saya Pancasila tersebut dibagikan cuma-cuma bagi pengunjung oleh customer service Jogja City Mall. Harapannya, dengan dibagikannya pin tersebut dapat menjadi salah satu cara agar masyarakat dapat terus mengingat Pancasila dan menjalankan nilai-nilainya.
“Walaupun dengan cara yang sederhana tetapi semoga hal ini dapat membantu meningkatkan kembali rasa nasionalisme yang saat ini mulai dilunturkan dengan isu intolerasi antar masyarakat Indonesia,” ujar Public Relations Jogja City Mall, Fandi Sutanto, dalam rilisnya kepada Harian Jogja, Jumat (2/6/2017).
Dengan adanya kegiatan berbagi pin ini, Jogja City Mall ingin menyampaikan hal kecil bisa membuat awal perubahan pada seseorang. “Mengingatkan bangsa Indonesia memiliki beragam kultural dan agama. Hal itulah yang membuat bangsa Indonesia kaya. Sebagai bangsa Indonesia harus berperan selayaknya bangsa yang baik, yang bejiwa nasionalis untuk menghormati perbedaan. Kita adalah satu, Kita adalah Indonesia,” papar Fandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.
Kemantren Pakualaman masuk 10 besar kinerja perangkat daerah Kota Jogja dengan peringkat kesembilan dan terbaik di antara 14 kemantren.
KPK mendalami dugaan pemberian pihak swasta kepada Reza Maullana Maghribi, tersangka kasus suap proyek DJKA Kemenhub.
pesan “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat” yang disampaikan Ketua DPD RI sejalan dengan arah pembangunan nasional yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah
DPRD Bantul meminta pemerintah pusat menambah TKD agar program pembangunan yang tertunda bisa berjalan, terutama pendidikan dan kesehatan.