Suasana lapak pedagang pasar klithikan di siang hari, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi)
Harianjogja.com, JOGJA-Para pelaku usaha sparepart bekas di Pasar Klithikan mengeluhkan rentang waktu pelatihan peningkatan kualitas yang terlalu pendek. Selain itu, bantuan alat dari pemerintah dinilai minim dan tidak sesuai kebutuhan.
Salah satu pedagang di Pasar Klithikan Trisno mengatakan, telah berkali-kali pedagang sparepart diberi pelatihan agar bisa merakit onderdil motor secara mandiri dan berkualitas. Namun, waktu pelatihan hanya berlangsung selama tiga hari.
"Kami rasa percuma, tidak berdampak apa-apa terhadap peningkatan skill pedagang, harusnya beberapa bulan," kata Trisno kepada Harianjogja.com, Selasa (3/4/2018).
Selain itu, pemberian alat bantuan untuk merakit sparepart dinilai terlalu minim. Seringkali tidak sesuai kebutuhan. Harapan pedagang, pemerintah memberi bantuan alat disesuaikan dengan minat dan bakat para pedagang.
"Pernah dikasih banyak alat bantuan tapi skillnya belum ada, jadi alat-alatnya ya dijual sama pedagang," kata Trisno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.