Pedagang sayuran di Pasar Kranggan. /Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, JOGJA--Menjelang bulan Puasa, Pemerintah Pusat mewaspadai lonjakan harga dan kelangkaan stok beberapa komoditas pangan. Kelangkaan beberapa bahan makanan biasanya menimpa tanaman yang sifatnya musiman.
“Komoditas yang diwaspadai itu seperti cabai, bawang merah dan tomat. Itu yang fluktuatif pada saat-saat tertentu, karena itu musiman. Walaupun konstribusinya pada inflasi tidak tinggi, karena yang tertinggi adalah beras,” ucap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai memberi pengarahan di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan, Jumat (6/4/2018).
Ia mengatakan, kelangkaan yang kerap menimpa beberapa komoditas itu sulit dihindari selama tempat penyimpanan yang baik belum dapat disediakan.
Namun meski demikian, Enggartiasto memprediksi stok cabai, bawang merah dan tomat menjelang Ramadhan aman terkendali sama seperti tahun 2017, yang tidak ada gejolak berarti.
“Presiden [Joko Widodo] sudah tekankan harus tersedia [stoknya], turunkan harga dan stabilkan harga [jadi akan aman],” imbuhnya.
Wajib Jual Beras Kualitas Medium
Enggartiasto mengatakan, mulai tanggal 13 April 2018, seluruh pedagang beras di pasar-pasar tradisional wajib menjual beras kualitas medium. Dinas-Dinas perdagangan di daerah akan diamanatkan memonitoring pelaksanaan kebijakaan ini.
Jika pedagang bermasalah dengan stok, maka Kementerian Perdagangan yang akan menyiapkan cadangan beras melalui Bulog. Pemerintah Pusat bertekad terus menyiapkan stok, agar beras kualitas medium terus dijual.
“Karena itulah kami memperkuat stok beras Pemerintah yang ada di Bulog. Jangan sampai tidak ada penjualan beras medium. Seterusnya akan kami siapkan [stoknya],” kata politisi yang sekaligus juga pengusaha ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini stok beras, daging, telur, ayam, gula dan minyak goring masih aman. Untuk menjaga agar harga tidak melonjak tinggi, Pemerintah menerapkan harga eceran tertinggi.
Selain itu, Pemerintah Pusat dengan dibantu satuan tugas (satgas) pangan dan dinas perdagangan di daerah akan terus memantau stok dan harga. “H-15 kami akan menempatkamn 200 staf [Kementerian] Perdagangan di daerah-daerah rawan untuk memantau stok dan harga,” imbuh Enggartiasto.
Kepala Bulog Divre DIY Ahmad Kholisun mengaku sudah siap menjaga stabilitas harga jelang Bulan Ramadan. Saat ini Bulog Divre DIY memiliki stok beras sejumalh 16.000 ton, gula pasir 8.000 ton, daging lima ton, minyak goring 148.000 liter dan tepung terigu delapan ton.
“Kami imbau pada masyarakat tidak usah khawatir dalam menghadapi bulan puasa. Insya Allah stok cukup dan masyarakat bisa menjalani ibadah dengan tenang,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.