LPS Tegaskan Tidak Ada Bank Gagal di Masa Pandemi Covid-19
Program PEN yang dijalankan oleh pemerintah pada saat ini telah dilaksanakan dengan sangat serius dan sangat terukur untuk dapat memastikan roda perekonomian nasional tetap bergerak.
Pengunjung mal memilih produk pakaian dengan diskon besar di Matahari Solo Grand Mall (SGM), Solo, Selasa (12/6). Menjelang Lebaran warga memanfaatkan promo diskon besar di berbagai gerai sandang untuk memborong pakaian./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JAKARTA—Meski mulai banyaknya pembangunan mal di luar Jakarta, Asosiasi Pusat Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) berharap pelaku bisnis pusat belanja di Jakarta tidak perlu khawatir dengan okupansi (tingkat keterisian).
Riset Colliers International Indonesia memaparkan okupansi pusat belanja berada pada tingkat yang cukup moderat, yakni 84%. Angka tersebut diperkirakan akan sedikit menurun seiring dengan penyelesaian pusat belanja baru, yakni akan turun sekitar 1% hingga 2% hingga akhir 2019.
"Meski ada tambahan mal saya optimistis masih bisa terisi," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat APPBI Stefanus Ridwan kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (4/7/2018).
Hanya pengelola pusat belanja harus dapat menyesuaikan diri dan mampu berinovasi ditengah tantangan bisnis yang dinamis. "Harus tahu tenant yang bagus, buat restauran yang instagramable, barang dan tata ruang yang menarik," katanya.
Selain itu, katanya, pihak pengelola juga harus mulai menghilangkan kebiasaan buruk dalam tata ruang pusat belanja, seperti membuat eskalator yang mewajibkan pengunjung berkeliling.
Stefanus juga menjelaskan pengelola juga harus dapat menjalin kerja sama yang baik dengan pusat belanja sekitarnya, atau membuat kawasan yang pusat belanja yang terpadu dengan perumahan, apartemen dan perkantoran sendiri. "Karena kalau berdiri sendiri, pusat belanja itu sudah tidak worthed lagi," tuturnya.
Namun, Stefanus menjelaskan prospek pusat belanja di luar Jakarta juga cukup menjanjikan. hal tersebut dikarenakan lebih murahnya biaya yang ditawarkan dan lebih mendukungnya pemerintah daerah dalam pembangunan. "Dan juga, saya rasa cukup menunggu delapan tahun pemilik pusat belanja sudah dapat balik modal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Program PEN yang dijalankan oleh pemerintah pada saat ini telah dilaksanakan dengan sangat serius dan sangat terukur untuk dapat memastikan roda perekonomian nasional tetap bergerak.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.