24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/6/2017)./Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SEMARANG—Sekitar 94% pekerja formal di Jawa Tengah telah mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berupaya menutupi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang menuturkan jaminan hari tua harus diupayakan baik formal maupun nonformal. Pasalnya, jaminan hari tua sangat penting untuk dimiliki tiap pekerja. "Saat ini posisi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jateng sebesar 94 persen untuk yang formal artinya bekerja di perusahaan, sedangkan yang nonformal masih jauh dibawah itu," katanya Jumat (27/7).
Wika mengatakan, Disnakertrans Provinsi Jateng terus meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu upaya dilakukan yakni menjaring beberapa perusahaan yang belum melakukan kepesertaan karyawannya.
"Kami dorong perusahaan untuk mengikutsertakan seluruh pekerjanya pada BPJS Ketenagakerjaan, dan melakukan sosialisasi ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja atau kematian, maka perusahaan harus membayarkan seluruh hak-hak dari pekerja yang bersangkutan," jelasnya.
Untuk dapat mencapai 100% dia mengungkapkan terdapat kendala kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, yaitu beberapa perusahaan meminta proses dilakukan secara bertahap. "Jadi katakanlah, setengah tahun ini sekian [pekerja yang diikutsertakan BPJS Ketenagakerjaan] dulu, sisanya pada periode berikutnya," katanya.
Guna kepentingan perbaruan data jumlah pekerja yang sudah ikut BPJS Ketenagakerjaan, Disnakertrans Jateng mendorong perusahaan untuk memberikan keterangan secara online melalui aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan".
"Pengisian data-data perusahaan, termasuk jumlah pekerja yang ikut BPJS Ketenagakerjaan, secara online dimulai April 2018, dan di Jateng yang sudah mengisi baru 1.500-2.000 dari 23.000 lebih perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 1,7 juta orang," ujarnya.
Sementara itu Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY Moch Triyono mengatakan target 6% harus segera selesai, supaya pekerja juga merasa aman saat bekerja.
"Kami akan bersinergi dengan Pemprov Jateng dalam meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, masih ada kekurangan sekitar 6 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.