Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Pengunjung melihat barang elektronik disalah satu toko elektronik di Makassar./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone)
Harianjogja.com, JOGJA—Pasar daring yang semakin menggeliat tak dipungkiri mulai memberikan pengaruh terhadap pasar ritel. Kendati demikian, bisnis ritel Jogja dengan produk menengah ke atas dinilai masih bisa bertahan.
Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY Surya Ananta tak menampik secara nasional, pengaruh bisnis daring terhadap ritel secara total sekitar 2%. "Pun itu ada pertumbuhan, meskipun pertumbuhannya tidak terlalu cepat," ujar Nanan kepada Harian Jogja, Senin (13/8).
Nanan mengungkapkan tidak semua produk retail yang terpengaruh secara langsung akibat maraknya pasar daring. Produk elektronik dan gawai, kata dia, merupakan salah satu produk yang cukup terasa pengaruhnya. Pasalnya, selama produk tersebut resmi dan dikeluarkan oleh pabrik, orang akan lebih berani berbelanja produk elektronik secara daring.
Berbeda dengan produk fesyen dan kuliner atau makanan. General Manager Plaza Ambarrukmo ini mengungkapkan produk fesyen maupun produk dengan nilai menengah ke atas tidak banyak terpengaruh secara signifikan oleh produk daring.
"Pada produk fesyen, selama kategorinya produk di kelas menengah ke atas, maka pengaruhnya [bisnis daring] tidak terlalu signifikan. Karena kalau produk itu mahal, konsumen jelas akan lebih memilih melihat langsung produknya, sehingga percaya seperti apa kualitasnya," jelas Nanan.
Pertumbuhan ritel di Jogja, kata Nanan, tergantung pada jenis produk dan segmentasi pasar yang ada. Secara umum, perkembangan ritel di Jogja relatif tumbuh, kendati beberapa ritel mengalami pertumbuhan stagnan maupun ada yang menurun.
"Selama produk dan pasarnya di level menengah atas, investor dari Jakarta yang mau masuk ke Jogja masih akan terus ada. Tetapi kalau ke arah produk elektronik, pasar sudah cukup jenuh karena persaingan dengan pasar daring sangat tinggi pengaruhnya," kata Nanan.
Memaksimalkan Promosi
Ketua APPBI Stefanus Ridwan mengatakan pengelola mal tetep optimistis meski saat ini digempur oleh beragam toko online atau e-commerce. "Ya, harus optimistis dong. Apalagi, saya dapet informasi kalau penjualan ritel semester I/2018, termasuk departemen store mulai mengalami kenaikan," ujarnya ketika ditemui saat pembukaan Festival Jakarta Great Sale 2018, Minggu (12/8).
Dia mengungkapkan para pengelola pusat belanja dan toko harus kreatif dan gencar melakukan berbagai strategi penjualan. Beberapa cara yang bisa dilakukan seperti memaksimalkan promosi di media sosial, menawarkan diskon, dan lainnya.
Menurutnya, acara seperti FJGS juga dapat menarik minat konsumen untuk datang dan berbelanja di mal secara langsung, bukan sekadar di e-commerce. "FJGS dengan promo diskon demikian besar bisa jadi stimulus, asal acaranya dikembas bagus. Kalau pengelola mal atau tenant hanya diam saja ya siap-siap kegilas online shop," jelasnya.
Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat menilai masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di kota besar, tetap membutuhkan mal untuk rekreasi. Apalagi, pemain offline saat ini mulai merambah saluran online tanpa harus menutup tokonya di pusat belanja modern. Bahkan, sekarang pemilik online shop sudah membuka toko offline di mal besar di Jakarta. "Fenomena ini terjadi paling banyak di sektor fesyen. Kadang konsumen ingin beli online, tetapi sulit memastikan ukuran yang pas. Ini yang membuat online shop justru buka showroom di mal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.