Fakta-Fakta OTT KPK di BNPB, Duit Bencana Dikorupsi hingga Miliaran Rupiah
KPK mengusut dugaan korupsi dana darurat BNPB, termasuk pengadaan Rp148 miliar, dugaan suap, dan penyitaan barang bukti Rp5,47 miliar.
Wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Laendra, Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (22/7/2018). (Antara-Aji Styawan)
Harianjogja.com, SEMARANG — Saat ini banyak wisatawan dari berbagai daerah yang berkunjung ke berbagai objek di Jawa Tenga, namun mereka banyak menghabiskan uangnya di Jogja.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengandalkan sektor pariwisata untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Karena masih terkendala dalam mengelola tempat wisata, maka Jateng pun melaklukan optimalisasi sektor pariwisata.
Anggota Komisi C DPRD Jateng Hasan Asy\'ari mengatakan pembangunan dan pengembangan pariwisata di Jateng masih kalah dibandingkan provinsi lain, misalnya dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurutnya, tidak mengherankan apabila banyak wisatawan mancanegara yang berwisata ke Candi Borobudur, tetapi membelanjakan uangnya, mulai dari menginap hingga membeli suvenir, bukan di Jateng (Semarang atau Magelang) melainkan di Jogja. Dikatakan Hasan, seperti Borobudur, Jateng memiliki Dieng, tetapi uang para wisatawan juga lari ke Jogja.
Di luar itu, Jateng sesungguhnya memiliki banyak destinasi wisata yang potensial menghasilkan PAD, seperti Karimunjawa, Sangiran, dan sebagainya. Namun, selain penataan kurang terarah, juga belum didukung dengan kebijakan anggaran.
"Harus mulai sekarang, jika Jateng menginginkan pariwisata sebagai sumber PAD. Kalau tahun ini mulai, dua tahun ke depan sudah bisa dinikmati hasilnya," katanya Selasa (11/9/2018).
Sementara itu, anggota Komisi C Ahmad Ridwan menyarankan agar dalam pembenahan kepariwisataan, Pemprov Jateng perlu fokus pada satu dua destinasi wisata saja, karena investasinya besar dan menyangkut berbagai kegiatan pendukung, seperti kegiatan berkelanjutan menjadi penarik wisatawan kapan pun dia berkunjung.
"Misalnya Karimunjawa, bagaimana agar bisa diakses kapan saja, dibuat even unggulannya, masyarakatnya pun disiapkan, sampai soal landasan bandara harus diperpanjang. Banyaklah yang harus dibangun dan dibenahi," ujar legislator PDI Perjuangan itu.
Di sisi lain, Anggota Komisi C Amin Mahsun mencontohkan masalah insfrastruktur jalan yang memudahkan akses wisatawan dari Pekalongan-Tegal menuju Dieng. "Sampai sekarang belum selesai, padahal jalan alternatif itu juga perlu pelebaran. Jadi memang harus fokus, dipilih destinasi mana yang diprioritaskan untuk dibenahi," tuturnya.
Menurut Trenggono, Kabid Pengembangan SDM Disporapar Jateng, Pemprov Jateng saat ini telah membuat rencana induk empat destinasi pariwisata nasional meliputi Borobudur, Karimunjawa, Dieng dan Sangiran, serta enam destinasi pariwisata provinsi, yakni Nusakambangan-Baturaden, Semarang-Karimunjawa, Solo-Sangiran, Borobudur-Dieng, Tegal-Pekalongan dan Rembang-Blora.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
KPK mengusut dugaan korupsi dana darurat BNPB, termasuk pengadaan Rp148 miliar, dugaan suap, dan penyitaan barang bukti Rp5,47 miliar.
Sebanyak 2.458 penerbangan domestik terdampak kabut asap karhutla. Simak rincian gangguan, wilayah terdampak, dan imbauan Kemenhub.
Hasil Liga Inggris 2026-2027: Manchester United ditahan Leeds 1-1, Arsenal menang 1-0 atas Nottingham Forest.
Justin Hubner tampil penuh, Nathan Tjoe-A-On menjadi starter, sementara Ole Romeny dan sejumlah pemain diaspora Indonesia tak bermain.
Harga emas Antam di Pegadaian 19 Oktober 2026, mulai 0,5 gram hingga 100 gram. Simak harga jual dan buyback lengkap.
Cek jadwal SIM Keliling dan SIM Corner Jogja 19 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan, jam operasional, dan syarat perpanjangan SIM.