Afgan Siapkan 30 Lagu di Konser Retrospektif Jakarta
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
Logo Bekraf/Ist-Bekraf
Harianjogja.com, JAKARTA-Agar mampu bersaing di tingkat global, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan sejumlah pihak memperkuat nilai jual kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal.
Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak di Jakarta, Senin (8/10/2018), menyatakan Bekraf memiliki program Katapel 2018 yang merupakan pelatihan pemasaran lisensi IP kreatif Indonesia.
Menurut dia, melalui program tersebut Bekraf dapat menjembatani para ahli dari bidang yang berbeda, seperti antara industri kreatif atau pemilik IP lokal dengan para profesional di bidang pemasaran lisensi.
"Program itu diharapkan berkesinambungan demi membangun ekosistem yang berkelanjutan untuk mengembangkan IP lokal serta memperkuat nilai jual dalam dan luar negeri," paparnya.
Katapel 2018 menggandeng Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (Ainaki) dan didukung konsultan IP kreatif, Danumaya Dipa. Program ini mengundang semua pelaku kreatif khususnya di bidang animasi, film, komik dan gim.
Pendaftaran program Katapel dibuka untuk umum pada 8-17 Oktober. Kemudian akan melalui tahap seleksi pertama untuk diperoleh 50 peserta yang akan mengikuti kursus kilat selama enam hari terkait materi seperti membuat strategi komersialisasi dan distribusi IP agar dapat memiliki nilai jual lisensi yang tinggi baik di dalam maupun luar negeri.
Kelanjutan dari kursus kilat adalah tahap seleksi kedua untuk memilih 15 peserta yang akan mengikuti Demo Day di mana peserta berkesempatan untuk mempresentasikan profil IP mereka di depan calon investor pembeli lisensi IP.
Pada tahap seleksi ketiga, akan terpilih lima peserta yang berkesempatan mendapatkan bimbingan eksklusif untuk mengembangkan strategi komersialisasi IP mereka, serta berkesempatan ikut pada acara perdagangan berskala internasional dengan dukungan dari Bekraf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Afgan menyiapkan 30 lagu hit untuk konser Retrospektif di Jakarta pada Juli 2026, termasuk Terima Kasih Cinta hingga Panah Asmara.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.