IHSG Menguat Usai Data PDB, Saham DCII hingga AMMN Melonjak
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA — Kontribusi iklan kampanye politik untuk Pemilihan Presiden 2019 terhadap total belanja iklan nasional pada tahun depan diproyeksi tidak akan signifikan.
Executive Director Nielsen Watch Leader Indonesia Hellen Katherina memperkirakan kontribusi iklan politik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak akan jauh berbeda dengan saat Pilpres 2014, yaitu hanya sekitar 2% terhadap total belanja iklan nasional kala itu yang mencapai Rp109,74 triliun.
Dia menyebutkan kontribusi iklan kampanye politik sepanjang Januari-Juni 2018 sudah mencapai 0,8% atau Rp608 miliar terhadap total belanja iklan nasional pada paruh pertama tahun ini.
“Untuk 2019, kami tidak dapat memberikan prediksi angka belanja iklan politik. Namun, melihat tren, kami perkirakan tren serupa [yang terjadi pada 2014] akan terjadi pada 2019. Belanja iklan politik di surat kabar pun masih akan lebih tinggi dibandingkan dengan belanja iklan politik di televisi,” ungkap dia, akhir pekan lalu.
Berdasarkan riset Nielsen, iklan politik pada periode Pilpres 2014 didominasi oleh promosi di media surat kabar dengan nilai belanja Rp1,04 triliun. Adapun, iklan kampanye politik di televisi mencapai Rp922 miliar. Sementara itu, belanja iklan politik di radio dan majalah masing-masing Rp1 miliar.
“Ini karena surat kabar lebih murah harganya untuk beriklan dan lebih efektif. Tren iklan politik kembali banyak ke media televisi usai Pilpres berakhir. Sumbernya pun hanya berasal dari partai politik dan calon pemimpin daerah,” tutur Hellen.
Untuk tahun depan, sebutnya, porsi terbesar iklan politik kemungkinan besar didominasi oleh iklan kampanye calon presiden dan calon wakil presiden (capres/cawapres) serta iklan partai politik.
Sebagai perbandingan, pada 2014, belanja iklan kampanye capres/cawapres mencapai Rp488 miliar dan iklan partai politik mencapai Rp1,35 triliun.
Sementara itu, pada tahun politik 2014, belanja iklan organisasi politik dan pemerintahan bertumbuh 92% menjadi Rp2,04 triliun, dari capaian senilai Rp1,065 triliun pada tahun politik 2009.
Belanja iklan organisasi politik meningkat dua kali lipat yaitu senilai Rp888 miliar pada periode 16 Maret—5 April 2014 dibandingkan dengan periode prakampanye pada 23 Februari—15 Maret 2014 yang berjumlah Rp490 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
IHSG ditutup naik 0,50% ke level 6.351 usai rilis PDB kuartal II 2026. DCII, BREN, dan AMMN memimpin penguatan saham big caps.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB
Toyota Kijang Innova Zenix HEV masih menjadi mobil hybrid terlaris Juli 2026. Mitsubishi Xforce HEV langsung masuk jajaran 10 besar.
iPhone 17 raih skor 157 di DxOMark, naik 10 poin dari iPhone 16. Kamera ultrawide 48MP jadi peningkatan utama, tapi ketiadaan lensa telefoto masih jadi kelemaha
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah mengalahkan Mikaela Joy De Guzman 21-12, 21-6.