Jokowi Effect Memudar, Rupiah Melemah
Rupiah berbalik melemah pada perdagangan Kamis (24/10/2019) seiring dengan memudarnya euforia pengumuman susunan kabinet Presiden Joko Widodo.
Deretan rumah tapak di kawasan Padasuka Atas, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/10/2018)./JIBI-Rachman
Harianjogja.com JAKARTA - Berdasarkan survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018, sebanyak 59% dari total milenial yang masih belum memiliki rumah dan tinggal di rumah orang tua, menjadikan faktor masih jomblo (jomlo) atau belum menikah, sebagai alasan untuk belum memiliki rumah.
Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan berpendapat bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa keputusan untuk membeli rumah masih amat dipengaruhi oleh budaya ketimuran, yaitu melihat rumah sebagai kebutuhan bagi orang yang sudah berkeluarga sehingga mayoritas orang yang belum menikah atau jomblo belum berpikir untuk membeli rumah.
Menurutnya, pemikiran seperti itu perlu dipertimbangkan ulang. Saat sudah menikah, apa lagi punya anak, katanya, kebutuhan finansial akan semakin besar. Bahkan saat menggelar persepsi pernikahan butuh biaya yang besar. Apalagi persiapan memiliki anak yang butuh dana persalinan.
“Lalu masa depan anak-anak dan kebutuhan sehari-hari. Jika ditambah dengan biaya cicilan rumah, beban finansial itu akan semakin besar. Yang banyak terjadi, kebutuhan membeli rumah akhirnya dikorbankan dan sebuah keluarga mengandalkan tinggal di rumah orang tua," ujar Ike, Minggu (25/11/2018).
Selain itu, sebanyak 53% milenial mengaku ketidakmampuan dan belum memiliki uang yang cukup adalah alasan kedua milenial belum memiliki hunian. Alasan lain, yaitu sebanyak 47% milenial menjawab menjaga orang tua sebagai alasan belum memiliki hunian.
Ike mengatakan usia muda adalah usia yang tepat untuk mulai mempersiapkan diri membeli hunian, karena beban penghasilan belum terlalu tinggi.
Untuk yang memiliki jenis pekerjaan formal, lanjutnya, skema pembiayaan cicilan tetap dengan jangka waktu yang panjang dapat dipilih, sedangkan untuk yang pekerja sektor informal dapat mengumpulkan uang hasil proyek pekerjaan secara cermat untuk dijadikan uang muka agar beban cicilan tidak terlalu besar.
"Beban finansial saat menikah nanti bisa lebih ringan, sehingga bisa membina rumah tangga dengan lebih mandiri di rumah sendiri. Ditambah lagi, semakin lama menunggu, harga rumah akan semakin tinggi," ujar Ike.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Rupiah berbalik melemah pada perdagangan Kamis (24/10/2019) seiring dengan memudarnya euforia pengumuman susunan kabinet Presiden Joko Widodo.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.