KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Lia bersama produk Be Culture/Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, JOGJA—Seni lukis henna populer diadaptasi dari budaya Timur Tengah. Pengantin di sana menggunakan henna sebagai pelengkap prosesi pernikahan, meski pada akhirnya turut menjadi alternatif seni rajah nonpermanen. Seni lukis henna kemudian diterapkan di atas tas kain dan menjadi produk unik.
Tas kain dengan hiasan lukisan henna itu kemudian dinamai henna bag. Adalah Lia Nurusshabah yang merintis henna bag di Indonesia sejak 2016. Kegemarannya menghias tangannya dengan seni lukis henna, membuatnya tertarik untuk mengaplikasikannya pada totebag.
Ia bercerita, kala itu ia baru saja mundur dari pekerjaannya mengajar setelah melahirkan anak kembar. Sebelumnya Lia pernah membuat kreasi totebag berhias kain flannel, ia kemudian iseng menorehkan cat kain dengan motif henna ke tasnya. Rupanya, hasil keisengan itu berbuah manis pada usahanya.
Meski mengangkat usaha henna bag, Lia lebih sering menggunakan motif etnik dalam produknya. Oleh karena itu, ia mengusung brand bernama Be Culture untuk produknya. Ibu dua anak ini bekerja sama dengan salah satu kawannya di Jepara untuk pengadaan tas kainnya.
“Saya pernah pakai bahan kanvas, tapi sekarang lebih senang pakai katun, karena kalau dilukis prosesnya lebih enak dan hasilnya lebih bagus,” jelas Lia kepada Harian Jogja belum lama ini.
Ia mengaku mulanya langsung mengaplikasikan cat kain ke totebag sisa keisengan zaman kuliah, saat dirinya masih gemar mengkreasi kain flannel ke totebag. Karena awalnya menerapkan motif henna, ia sempat menjajal tinta khusus henna ke atas kain.
“Tapi rupanya tinta henna enggak cocok buat kain, soalnya kalau dicuci kan luntur. Saya enggak bisa, inovasi cat kain aja karena nggak luntur,” kata dia.
Melalui Instagram @Be.Culture, Lia mempromosikan usahanya. Banyak order didapatnya, mulai dari permintaan motif dan objek tertentu pada tas, bahkan aplikasi motif henna itu ke berbagai jenis produk. Kini, ia menerima permintaan untuk totebag, tas selempang, pouch, hingga tas punggung. Jika ada permintaan khusus, Lia juga bersedia membuatkan sarung bantal bermotif henna, hingga kaus.
Seluruh motif yang ditorehkannya pada tas kain merupakan karya buatan tangannya. Sehingga, jika mendapat pesanan yang cukup banyak, ia berupaya untuk konsisten menyeragamkan motif, meskipun antara satu tas dengan lainnya pasti akan menghasilkan karya yang tidak sama, meski sudah dibuat semirip mungkin.
Sempat juga ia mendapatkan permintaan untuk motif henna yang di-print pada kain. “Jadi saya lukis dulu di media lain, lalu saya print ke kainnya dalam jumlah banyak,” kata perempuan asli Jakarta ini.
Lia yang sempat menuntut ilmu di Brunei Darussalam tak hanya membidik konsumen dalam negeri untuk produknya. Melalui beberapa relasinya, ia bisa memperkenalkan produk Be Culture kepada orang-orang Brunei Darussalam, Kamboja, hingga Jepang.
“Tapi mereka enggak minta kirim online, kebanyakan malah pesan dulu lalu ambil ke sini pas mereka ke Indonesia.”
Untuk pasar dalam negeri, pelanggannya rata-rata berasal dari kawasan Jabodetabek. “Sebelum di Jogja, usaha saya kan basisnya di Jakarta. Di sana yang beli banyak orang kantoran. Setelah ke sini, kayaknya banyak mahasiswa,” katanya.
Promosi Usaha
Selain memanfaatkan jejaring sosial Instagram, Lia juga menggunakan beberapa portal marketplace sebagai tempat promosi usahanya. Di Jogja, meski belum memiliki toko fisik, ia akan menerima pelanggan jika mereka berkenan melihat produknya di rumahnya di Jalan Banteng Baru IV No.6, Banteng, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Selain itu, ia juga menitipkan produknya ke toko produk handmade di Jogja.
Untuk produk henna bag, ia mematok harga Rp60.000 untuk totebag dan slingbag. Sedangkan, tas punggung bisa mencapai harga Rp100.000. Sementara itu, untuk produk kecil seperti pouch seukuran ponsel, produknya bisa didapatkan cukup seharga Rp15.000. “Tergantung motif dan warnanya. Kalau silver dan gold, bisa lebih mahal,” kata dia.
Selain dibantu kawannya yang memproduksi tas, Lia mengerjakan sendiri seluruh lukisan henna pada produknya. Dalam sebulan, ia mengaku bisa mendapatkan rata-rata 50 pesanan.
“Tapi kalau ada pesanan banyak bisa sampai 100-500 buah. Bisa buat suvenir wedding atau dari institusi,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.