Tiket Kapal Ferry untuk Mudik Lebaran 2025 Sudah Bisa Dipesan Sekarang
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau kepada penumpang membeli tiket melalui sistem online.
Penyerahan IUPK Operasi Produksi PT Freeport Indonesia oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot kepada Direktur Eksekutif PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/12/2018)./M. Nurhadi Pratomo
Harianjogja.com, JAKARTA-- Indonesia akhirnya memegang saham mayoritas PT Freeport. Seiring dengan hal tersebut PT Freeport Indonesia resmi mengantongi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proses pengalihan saham Freeport Indonesia ke PT Inalum (Persero) juga telah rampung.
Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono menekankan, proses perubahan kontrak karya PT Freeport Indonesia menjadi Izin Usaha Pertambangan khusus (IUPK) telah selesai.
"IUPK Freeoort selesai ditandatangani menteri ESDM. Selanjutnya tinggal Inalum secara korporasi melanjutkan hak dan kewajiban yang telah kami berikan,"katanya Jumat (21/11/2018).
Adapun, keberadaan IUPK ini membuat Freeport Indonesia mendapatkan kepastian hukum dan berusaha setelah mengantongi perpanjangan masa operasi 2 x 10 tahun hingga 2041. Selain itu, Freeport Indonesia juga mendapatkan jaminan fiskal dan regulasi.
Freeport Indonesia berencana membangun pabrik peleburan yang memakan waktu sekitar lima tahun.
Penyerahan IUPK dilakukan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono kepada Direktur Utama PTFI disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama INALUM Budi G. Sadikin dan CEO FCX Richard Adkerson dan Direktur Utama PTFI Tony Wenas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.
Sementara itu, proses divestasi saham Freeport Indonesia ke Inalum sudah tuntas. Inalum disebut sudah membayar senilai US$3,85 miliar kepada Freeport Mcmoran Inc. untuk menebus saham Freeport Indonesia tersebut.
Pasca transaksi ini, Inalum memegang 41,23% saham Freeport Indonesia. Lalu, pemerintah daerah Papua juga mendapatkan 10% saham perusahaan tambang tersebut.
Nantinya, kepemilikan saham Freeport Indonesia oleh pemerintah daerah Papua akan dikelola oleh PT Indonesia Papua Metal dan Mineral.
Saham Indonesia Papua Metal Mineral sebanyak 60% dimiliki oleh Inalum, sedangkan 40% dimiliki Badan Usaha Umum Daerah (BUMD) Papua.
Inalum akan memberikan pinjaman kepada BUMD senilai US$ 819 juta dengan jaminan saham 40% Indonesia Papua Metal Mineral.
Tuntasnya proses divestasi telah membuktikan ke dunia internasional bahwa Indonesia tetap mematuhi konstitusi yang mengamanatkan pengelolaan sumber daya alam yang mandiri tanpa harus memaksakan kehendak dan menasionalisasi kepemilikan asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau kepada penumpang membeli tiket melalui sistem online.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.