Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pembukaan rute baru Wings Air. Ilustrasi/JIBI-John Oktaveri
Harianjogja.com, JOGJA—Wings Air mengumumkan pembukaan rute baru Jogja-Majalengka. Penerbangan baru ini akan dilayani mulai Jumat (11/1) menggunakan pesawat turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi.
Wings Air akan melayani penerbangan setiap Senin, Rabu dan Jumat. Berangkat pada 12.20 WIB dari Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta (JOG) bernomor IW-1407, pesawat diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Kertajati Majalengka Jawa Barat (KJT) pukul 13.30 WIB. Untuk penerbangan kembali, Wings Air akan mengudara dari Kertajati pukul 13.50 WIB dengan nomor IW-1406, kemudian waktu kedatangan di Jogja dijadwalkan pada 15.00 WIB.
"Peluncuran rute Jogja-Kertajati mempunyai pertimbangan potensi pasar di kedua provinsi serta diikuti tingginya permintaan travelers yang mengharapkan tersedia penerbangan langsung," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (10/1).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.
Manajemen PSIM Jogja mengaku ingin kembali ke Stadion Mandala Krida, namun renovasi diperkirakan belum selesai musim depan.
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.
Menkeu Purbaya menilai pelemahan IHSG dan rupiah hanya sentimen jangka pendek karena fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.