Ditjenpas Bantah Ada Sel Mewah dan HP di Lapas Cilegon
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.
Ilustrasi emas dan dolar./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah makin perkasa terhadap dolar AS pasca digelarnya Pemilu 2019.
Menurut pengamatan Ariston, serangkaian data-data ekonomi AS yang lebih bagus dari proyeksi seperti yang terakhir terkait data penjualan ritel AS dan data-data ekonomi China yang juga lebih bagus dari perkiraan, memberikan sentimen positif ke rupiah, di samping hasil pemilu Indonesia yang lancar.
"Rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp 13.990 - Rp 14.090," kata Ariston di Jakarta, Senin (22/4/2019).
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Kamis (18/4/2019) berada di level Rp 14.044 per dolar AS. Level itu menguat bila dibandingkan Selasa sebelumnya di level Rp 14.085 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Kamis kemarin berada di level Rp 14.016 per dolar AS.
Posisi itu menguat bila dibandingkan pada Selasa sebelumnya yang berada di level Rp 14.066 per dolar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.