Program Listrik Desa 2026 Bidik 2.792 Lokasi, Akses Makin Luas
Program Listrik Desa 2026 menargetkan 2.792 lokasi dengan anggaran Rp10,3 triliun. Validasi data menjadi kunci pemerataan akses listrik nasional.
Ilustrasi pesawat Airasia lepas landas./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA—Maskapai penerbangan, AirAsia Indonesia optimistis kehadiran terminal khusus bagi maskapai berbiaya murah (low cost carrier terminal/LCCT) di Bandara Soekarno-Hatta dapat mendongkrak jumlah penumpang. Apalagi berwisata dengan berbiaya rendah masih menjadi tren.
CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan menyambut positif keputusan PT Angkasa Pura II (Persero) yang mengubah Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menjadi LCCT. Diharapkan terminal tersebut mampu mengakomodasi kepentingan maskapai LCC. "Kami sangat gembira. Ini akan meningkatkan jumlah pax pastinya," kata Dendy kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (28/4).
Dia menuturkan biasanya LCCT didesain sesederhana mungkin, sehingga bisa membuat tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) lebih murah. Dampaknya tidak membebani biaya penerbangan penumpang.
Di sisi lain, imbuhnya, bagi maskapai seyogyanya biaya Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) juga semakin rendah. Hal tersebut dibutuhkan bagi maskapai LCC agar bisa menjaga tarif tiketnya tetap murah.
Dendy mengaku percaya dengan fasilitas maupun desain yang disediakan oleh AP II terkait dengan LCCT tersebut. Operator bandara wilayah Barat Indonesia ini diyakini sudah memiliki rencana matang.
Pihaknya memang sudah mengusulkan agar pemerintah membangun LCCT sejak pertengahan 2018. Hal tersebut guna meningkatkan daya saing dan memberikan harga yang semakin terjangkau untuk penumpang.
Menurutnya, konektivitas utama rute penerbangan internasional di Tanah Air sangat bergantung pada Jakarta dan Denpasar. Namun, sebelumnya kedua bandara di kota tersebut tidak ada yang menyediakan terminal khusus maskapai LCC. Dia berpendapat maskapai LCC yang mendarat di bandara yang terminalnya menggunakan tarif layanan penuh (full-service) akan sulit bersaing.
AirAsia yang sudah menetapkan tarif dasar murah menjadi mahal karena penumpang harus membayar tarif PJP2U yang tinggi. LCCT bisa membuat total harga tiket yang dibeli penumpang bisa lebih murah.
Menurutnya, tanpa terminal khusus, konsep maskapai LCC sendiri menjadi kabur dengan tambahan PJP2U yang seharusnya diperuntukkan bagi maskapai FSA.
Sebelumnya, AP II akan mengoperasikan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menjadi LCCT bagi rute internasional per 1 Mei 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Program Listrik Desa 2026 menargetkan 2.792 lokasi dengan anggaran Rp10,3 triliun. Validasi data menjadi kunci pemerataan akses listrik nasional.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.
Sleman meraih peringkat terbaik I Parasamya Karya Kencana Regional 3 berkat sinergi lintas sektor dalam program GENTING.
Prabowo bertemu 10 mantan Kapolri dan Kapolri Suyudi di Hambalang, di tengah pengusutan kasus dugaan penyadapan.
OJK mencatat hampir 1,5 juta pemain judi online di Jateng. Dana dari utang meningkat hampir 80 persen sejak 2024.