Daripada Undang Maskapai Asing Masuk, Pemerintah Sebaiknya Bikin Standardisasi Tarif

John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri Minggu, 16 Juni 2019 20:47 WIB
Daripada Undang Maskapai Asing Masuk, Pemerintah Sebaiknya Bikin Standardisasi Tarif

China Airlines/wikipedia

Harianjogja.com, JAKARTA--Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo menilai pemerintah seharusnya mengutamakan standardisasi tarif penerbangan alih-alih memasukkan maskapai asing untuk menurunkan harga tiket pesawat terbang.

Menurutnya, mengundang maskapai asing bersaing dalam industri penerbangan domestik sebagai salah satu solusi menurunkan tarif tiket pesawat tidak akan efektif. Selan itu, kehadiran maskapai asing juga bertentangan dengan prinsip penerbangan internasional. 

Dia juga mengataan eksistensi maskapai asing dalam jangka panjang akan mematikan maskapai lokal. Dia menilai standardisasi tarif tiket pesawat.

“Selama ini maskapai penerbangan nasional menggunakan tarif batas bawah atau perang tarif untuk menggaet konsumen. Akibatnya, maskapai merugi dan akhirnya kembali menggunakan tarif batas mereka,” ujarnya, Minggu (16/6).

“Sampai saat ini belum pernah disajikan harga normal atau standardisasi tarif tiket berdasarkan hitungan komponen biaya, fix maupun variable cost dengan komposisi yang tepat."

Dia menyarankan pemerintah untuk memberikan insentif atau mengurangi komponen harga seperti jasa kebandaraudaraan kepada maskapai nasional, termasuk maskapai untuk penerbangan jenis low cost carrier (LCC). Pasalnya, LCC masih dibebani biaya kebandaraudaraan yang sama dengan pesawat full service.

Agar maskapai sehat, perbandingan supply and demand juga harus seimbang. Jika supply berlebih, maskapai akan banting harga dan hal itu tidak akan sehat. 

“Karenanya jumlah armada harus dikendalikan pemerintah sebagai regulator, bukannya dilepas ke mekanisme pasar," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online