Advertisement
RUPIAH MELEMAH : Kurs Rupiah Kembali Melemah 0,79% Pagi Ini
Advertisement
[caption id="attachment_414970" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/12/rupiah-melemah-kurs-rupiah-kembali-melemah-079-pagi-ini-414969/uang-rupiah-dolar-reuters-2" rel="attachment wp-att-414970">http://images.harianjogja.com/2013/06/uang-RUPIAH-DOLAR-reuters1-370x230.jpg" alt="" width="370" height="230" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]
JAKARTA—Setelah sempat menguat pada perdagangan Selasa pagi (11/6/2013), nilai tukar dolar AS hari ini, Rabu (12/6/2013) ditransaksikan melemah terhadap sebagian besar mata uang Asia-Pasifik, kecuali terhadap rupiah, yen, dan baht.
Advertisement
Berdasarkan data Bloomberg, dari 11 nilai transaksi mata uang di Asia-Pasifik, dolar AS ditransaksikan menguat terhadap delapan mata uang dan melemah terhadap tiga mata uang.
Pada pukul 09:09 WIB, nilai tukar dolar AS tercatat menguat 0,79% terhadap rupiah ke Rp9.906.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Skema Jam Kerja Baru ASN Jogja Tertunda, Pemkot Tunggu Arahan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Ekspor Batu Bara Kena Pungutan Baru, Berlaku Mulai 1 April 2026
- Rupiah Menguat Tipis Saat Pasar Menunggu Sinyal Damai Iran
- Pemerintah Berupaya BBM Subsidi Tetap Aman Saat Dunia Bergejolak
- Mulai 1 April, Kuota BBM Malaysia Dipotong
- Rupiah Terkikis di Awal Perdagangan Pagi Ini
- Harga Emas Antam Tergelincir Tajam Pagi Ini Turun Puluhan Ribu
- IHSG Tertekan Sentimen Global Arah Konflik Belum Jelas
Advertisement
Advertisement



