900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Harianjogja.com, JOGJA—Nokia X, ponsel berbasis Android keluaran PT Nokia Indonesia seharga Rp1,5 juta kini hadir di Jogja.
Product Manager PT Nokia Indonesia Wirda Haryany mengatakan Nokia X membidik pasar kelas menengah dan kalangan remaja dengan menawarkan beragam fitur.
"Untuk penjualan, kami menargetkan sebanyak-banyaknya. Tidak ada batasan jumlah," ujar Wirda disela peluncuran Nokia X di Sheraton Hotel, Kamis (8/5/2014).
Nokia X menjalankan dan memberikan akses penggunanya ke aplikasi Android. Namun bukan berarti, ponsel pintar itu murni menggunakan basis sistem operasi Android.
"Ponsel ini dikombinasikan dengan fitur khas Nokia dan layanan dari Microsoft," ujar Subsidiary of Microsoft Mobile OY itu kepada sejumlah wartawan.
Menggunakan fitur fastlane, pengguna lebih mudah berpindah aplikasi favorit. Ada pula layanan unik Here Maps yang dapat diakses gratis baik secara off line maupun online. Meski memiliki rasa Android, Nokia X tidak memasukkan layanan Google di dalamnya dan mengganti layanan miliknya, semisal Nokia Store.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Manajer KDMP mengeluhkan ketidakjelasan kerja, penempatan jauh dari domisili, hingga mekanisme relokasi setelah menerima PKWT.
Mark Zuckerberg mengaku tak memiliki gelar sarjana saat dicecar soal dasar menilai risiko beauty filter Instagram terhadap pengguna muda.