HARGA BBM : Konsumsi Premium Naik 120%

HARGA BBM : Konsumsi Premium Naik 120%Sebuah kertas berisi pesan pemberitahuan habisnya persediaan premium dipasang di SPBU Nglangon, Kecamatan Sragen, Sragen, Senin (19/1/2015) siang. (Kurniawan/JIBI - Solopos)
21 Januari 2015 17:20 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Harga BBM bersubsidi yang turun mendongkrak konsumsi premium hingga 120%.

Harianjogja.com, JOGJA- Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) per Senin (19/1/2015) disambut antusias masyarakat. Dampaknya, sempat terjadi kelangkaan BBM bersubsidi terutama premium dalam dua hari terakhir akibat panic buying.

Diakui oleh Pertamina, kekosongan premium dan juga pertamax di beberapa SPBU disebabkan adanya lonjakan konsumsi masyarakat. Setelah pemerintah mengumumkan harga BBM turun Jumat (16/1/2015) lalu, masyarakat pun bersikap wait and see sebelum "menyerbu" SPBU pada Senin (19/1/2015). Lonjakan konsumsi BMM sejak diterapkan kebijakan harga baru mencapai 100 hingga 120%.

"Normalnya, konsumsi BBM di DIY sebesar 1400 KL perhari. Sejak Senin kemarin meningkat mencapai lebih 3.200 KL," kata Branch Manager Pemasaran Pertamina Area Jogja Surakarta Freddy Anwar, Selasa (20/1/2015).

Freddy mengatakan pihaknya sudah memperkirakan adanya lonjakan konsumsi premium setelah pengumumkan dilakukan. Pertamina pun berkomunikasi dengan SPBU untuk menyiapkan stok. Hanya saja, jumlah konsumsi yang cukup tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya, berakibat pada kekosongan stok di sejumlah SPBU. Menurut perkiraan Freddy, lonjakan konsumsi premium tersebut diprediksi hanya terjadi selama 3 hari. Setelah itu, penggunaan premium akan kembali normal.

"Namun, hal tersebut telah diatasi dengan pengisian ulang. Jadi stok BBM saat ini sudah aman," jelasnya.

Selain menambah stok, sambung Freddy, antisipasi lain adalah meminta SPBU untuk mengamati pembelian menggunakan jiriken. Dia mengingatkan, SPBU hanya melayani pengecer yang membawa surat izin dari dinas terkait.

"Untuk konsumsi Pertamax, meski ada lonjakan permintaan tapi stok mencukupi. Konsumsi naik dari 160 KL perhari menjadi 200 KL," ujarnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Siswanto mengatakan, lonjakan permintaan di SPBU nya mencapai 20%. Hal ini dikarenakan sikap masyarakat yang memilih menunggu membeli BBM dengan harga yang lebih murah dari sebelumnya.

"Masyarakat berbondong-bondong menyerbu SPBU," katanya.

Selain itu, sambungnya, sempat terjadi keterlambatan pengiriman stok di sejumlah SPBU. Hal ini disebabkan truk tangki juga dikirim ke sejumlah wilayah seperti Wonosobo dan Temanggung.

"Truk tangki yang terbatas tidak bisa memenuhi permintaan yang tinggi secara bersamaan," jelasnya.