BGN Tutup Dapur MBG Karangturi Usai Siswa SMKN 6 Semarang Keracunan
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Suasana kampung Jogja di Grand Inna Malioboro. (Ist)
Menampilkan kuliner spesial khusus di Sabtu malam pukul 19.00-21.30 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Tampil percaya diri, hotel yang sebelumnya dikenal dengan nama Inna Garuda, kini beroperasi dengan nama baru yaitu Grand Inna Malioboro.
Untuk memberikan sentuhan yang berbeda berwisata kuliner, Grand Inna Malioboro yang berada tepat di jantung Kota Jogja menampilkan kuliner spesial khusus di Sabtu malam pukul 19.00-21.30 WIB hanya Rp98.000 per orang.
“Nantinya dapat menikmati semua makanan yang disajikan oleh Chef Gion dan menikmati pertunjukan langsung,” ungkap Public Relations Manager Grand Inna Maliobboro, Retno Kusuma, dalam rilisnya kepada Harian Jogja, Kamis (4/5/2017).
Berbagai menu makanan tersedia di Kampung Jogja, seperti salad, slada Djawa, trancam Wonosari, angkringan Malioboro, aneka gorengan, sambal goreng krecek ataupun menu Jogja Sweet, yang berupa grontol, tiwul, gatot, sawut dan cenil. Dapatkan harga spesial diskon 15% untuk pemesanan 10 orang hingga akhir Mei 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Dinkop-UKM Sleman bersama BRIN mengkaji dampak pembangunan jalan tol terhadap pelaku UMKM. Kajian menyoroti peluang ekonomi hingga potensi perubahan sosial ekon
Bappeda Bantul mengandalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sebagai ujung tombak penanggulangan kemiskinan hingga tingkat padukuhan.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Omzet UMKM di Kabupaten Sleman mencapai Rp3,39 triliun. Lebih dari separuh omzet terkonsentrasi di lima kapanewon, dengan Ngaglik menjadi penyumbang terbesar.