Advertisement
Keren, Cowok Ini Bisa “Sulap” Barang Jadul Bekas Jadi Produk Unik
Andreas Avelino Yut Kusumo Langgeng menunjukkan aneka jenis produk yang dibuatnya, Jumat (18/5). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Berawal dari hobi mengumpulkan mainan-mainan jadul, menginspirasi Andreas Avelino Yut Kusumo Langgeng atau yang akrab disapa Lino ini untuk menyulap barang bekas menjadi barang yang unik dan bermanfaat. Barang bekas bernilai jual tinggi itu, banyak dilirik para penggemar barang-barang vintage.
Tahun lalu, hobi itu mencoba diwujudkan sebagai peluang bisnis oleh Lino. Salah satunya saat dia mengubah kaset jadul bekas menjadi dompet atau pouch unik atau disket data yang sudah tergantikan fungsinya dengan adanya flashdisk, disulapnya menjadi cover album foto yang unik.
Advertisement
"Biasanya saya datang ke pasar-pasar barang bekas. Ada beberapa pasar di Jogja yang memang menjual barang-barang bekas, dari sana biasanya saya menemukan barang apa, lalu langsung terbayang mau dijadikan apa," ujar Lino saat ditemui Harian Jogja di rumahnya di kawasan Tejokusuman, Jogja, belum lama ini.
Kaset umumnya menjadi tempat menyimpan dan merekam musik, tetapi lewat kreativitas seniman jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja bisa menjadi beragam barang menarik. Kumpulan mainan seperti pianika atau soccer table, juga diubahnya menjadi gantungan baju yang unik.
BACA JUGA
"Awalnya coba saya tawarkan ke teman-teman, lalu mereka bilang coba saja dijual. Kemudian saya coba ikut pameran-pameran produk kreatif. Ternyata mendapatkan respons yang bagus," kata laki-laki kelahiran Kotabumi, Lampung ini.
Peminat produk daur ulang buatan Lino banyak datang dari beragam usia. Kebanyakan bahkan, anak-anak muda yang memang menyukai barang-barang vintage dan unik. Lino mengaku ide untuk membuat beragam produk kreatif ini, berangkat dari keinginannya untuk memanfaatkan barang bekas yang tak lagi terpakai, bisa memiliki nilai jual yang tinggi.
Untuk harga produk yang dibuatnya cukup beragam. Mulai dari Rp5.000 hingga termahal mencapai Rp250.000. Selain dijual melalui pameran, Lino juga menjualnya melalui sosial media Instagram. Peminatnya juga datang dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Bandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Percepat Pola Tanam, Bantul Targetkan Luas Tanam Padi 35.000 Hektare
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Libur Nataru, Konsumsi Pertamax Naik 3,5 Persen
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
Advertisement
Advertisement




