Taspen Jemput Bola Data Pensiunan

Taspen Jemput Bola Data Pensiunan Petugas PT Taspen melakukan enrollment pensiunan di kantor PWRI Yogyakarta Sabtu (21/7). - Harian Jogja/ Rheisnayu Cyntara
23 Juli 2018 09:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Taspen (Persero) menjemput bola untuk mendata pensiunan atau enrollment. Pendataan dilakukan dalam rangka digitalisasi autentik yakni proses berkala yang harus dilakukan para pensiunan sebagai bukti mereka belum meninggal dunia. 

PIC Enrollment PT Taspen Cabang Yogyakarta Edy Bakti Kiswantomo menuturkan sejauh ini dari sekitar 88.000 pensiunan di Jogja, baru sekitar 2.700 pensiunan yang berhasil tergitalisasi datanya. Oleh sebab itu, PT Taspen berinisiatif melakukan enrollment ini. Salah satunya dengan mendatangi kantor Persatuan Wredhatama Republik Indonesia (PWRI) saat ada kegiatan tertentu saat para pensiunan berkumpul, atau saat melakukan sosialisasi pra-pensiun di Badan Kepegawaian Kabupaten/Kota. "Hari ini kami data 50 pensiunan di kantor PWRI," katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (21/7). 

Edy menyebut meski enrollment di mitra bayar baru dilakukan mulai Agustus mendatang, proses di kantor Taspen sudah dimulai. Menuru dia, setiap hari sejak pukul 07.45 hingga 14.00 WIB, Taspen membuka kuota 200 pensiunan untuk melakukan digitalisasi data. Edy juga menegaskan proses enrollment ini gratis. "Hari ini kami distribusikan 147 alat enrollment pada 14 mitra bayar untuk digunakan awal Agustus mendatang. Targetnya Oktober sudah selesai semua," katanya. 

Kepala Cabang PT Taspen Yogyakarta I Gde Agus Adisucipto mengatakan enrollment ini dilakukan untuk mempermudah para pensiunan dalam mengakses layanan Taspen. Pasalnya proses autentik tersebut biasanya dilakukan sebulan, dua bulan, atau enam bulan sekali. Tergantung kategori pensiunan yang mendapatkan jaminan. Selama ini, autentik dilakukan dengan cara pensiunan datang langsung ke kantor cabang Taspen terdekat atau mitra bayar. 

Namun Gde menyebut di era kemajuan teknologi seperti saat ini, proses otentikasi semacam itu dianggap kurang praktis. Sebab pensiunan harus datang langsung ke kantor. Pihak Taspen lantas manggarap pendataan berbasis aplikasi sehingga proses autentik bisa dilakukan secara mandiri melalui gadget masing-masing. "Saat pendataan ulang, pensiunan akan direkam sidik jari, retina mata, dan suaranya. Tiga hal itulah yang nantinya dapat digunakan sebagai identitas dalam proses otentikasi. Jadi bisa lewat aplikasi di handphone, tidak harus datang langsung," katanya.