Advertisement

Pemerintah Berambisi Jadikan Indonesia Kiblat Busana Muslim Dunia Pada 2020

Finna U. Ulfah
Minggu, 02 Desember 2018 - 05:50 WIB
Bhekti Suryani
Pemerintah Berambisi Jadikan Indonesia Kiblat Busana Muslim Dunia Pada 2020 Calon pembeli memilih busana di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (10/5/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia berambisi negara ini bakal menjadi kiblat busana musim di dunia. 

Kementerian Perindustrian (Kemenprin) menargetkan menjadikan Indonesia sebagai kiblat busana muslim di dunia pada 2020.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan produk fesyen Tanah Air memiliki kualitas yang cukup kompetitif di pasar internasional yang kini juga didukung struktur industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri yang telah terintergasi baik hulu maupun hilir.

"Oleh karena itu, pemerintah menargetkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen dunia. Apalagi, kami ingin menjadi kiblat busana muslim di dunia pada tahun 2020," ujar Gati dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (1/12/2018).

Gati mengungkapkan industri TPT memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia dan memiliki keunggulan di kancah global yang tercermin dari nilai ekspor pada 2017 yang mencapai US$13,29 miliar atau meningkat 8,7% dibanding tahun sebelumnya.

Untuk memperluas akses pasar fesyen lokal di luar negeri, Kemenperin melakukan peluncuran International Muslim Fashion Festival pada pertunjukan fesyen skala internasional "La Mode" Sur La Seine à Paris.

Pameran tersebut akan direncanakan akan di gelar pada 2019 dengan target pengunjung mencapai 400 peserta dari mancanegara, antara lain Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris dan Rusia.

"Jadi, target yang ingin kami capai dari peluncuran kegiatan ini adalah meningkatkan nilai ekspor produk fesyen nasional khususnya fesyen muslim di pasar Eropa dan negara-negara OKI," ujar Gati.

Advertisement

Adapun, "La Mode" Sur La Seine à Paris diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC), organisasi desainer dan pelaku usaha fesyen dengan jumlah anggota terbesar dari berbagai daerah di Indonesia yang juga mewadahi desainer yang telah siap merambah pasar global.

Pagelaran fashion show tersebut digelar di kapal pesiar yang berlayar mulai dari Menara Eiffel dengan menyusuri Sungai Seine dan mengelilingi sejumlah lokasi ikonik di pusat mode dunia, Kota Paris.

Gati mengatakan melalui event tersebut, anggota IFC diberi kesempatan untuk memperkenalkan karyanya di tingkat internasional sekaligus menjalin bisnis dengan mitra potensial dan meningkatkan ekspor.

Advertisement

Terdapat 16 desainer Indonesia yang terlibat di "La Mode" Sur La Seine à Paris, antara lain Lisa Fitria, Deden Siswanto, Lenny Agustin, Sofie, Ali Charisma, Shanty Couture, IDENTIX by Irma Susanti, Lia Mustafa, Lia Soraya, Rosie Rahmadi, #Markamarie, Istituto Di Moda Burgo Indonesia, ZELMIRA by SMK NU Banat, dan Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pariwisata Aceh menampilkan koleksi REBORN29 by Sukriyah Rusdy.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Longsor di Jalur Wonosari-Jogja Belum Mengganggu Pengiriman Logistik

Jogja
| Selasa, 29 November 2022, 00:07 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement