Naik Lagi, Harga Bawang Putih Kating Sentuh Rp32.000 Kg

Naik Lagi, Harga Bawang Putih Kating Sentuh Rp32.000 KgIlustrasi pedagang bawang putih di Pasar Gentan Sinduharjo, Kecamatan, Ngaglik, Kabupaten Sleman - JIBI/HarianJogja/Fahmi Ahmad Burhan
13 Februari 2019 09:30 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Harga rata-rata bahan pangan bawang putih jenis kating kembali mengalami kenaikan menjadi Rp32.000 per kilogram (kg) pada Selasa (12/2).

Anggota Tim Pemantau Harga Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Sumarno mengatakan harga bawang putih jenis kating mengalami kenaikan Rp2.000 per kg menjadi Rp32.000 per kg. "Kalau bawang putih jenis sinco sekarang Rp20.000 per kg," jelas dia.

Berdasarkan harga rata-rata dari Disperindag DIY, pada Senin (11/2) harga bawang putih jenis kating mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 per kg dari Rp26.333 per kg menjadi Rp30.333 per kg. Kini, harga rata-rata bawang putih jenis kating kembali naik menjadi Rp32.333 per kg. Sementara, harga rata-rata bawang putih sinco mencapai Rp22.000.

Ketua Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengatakan harga bawang putih jenis kating mengalami kenaikan harga cukup tinggi karena permintaan pasar yang cukup tinggi, sementara tidak ada tambahan stok di lapangan. "Harganya naik karena banyak kebutuhan misalnya untuk hajatan, tetapi pasokan tidak bertambah," ujar dia.

Selain harga bawang putih yang mengalami fluktuasi, harga cabai rawit terpantau mengalami penurunan. Menurutnya, fluktuasi harga cabai dipengaruhi kondisi permintaan dan ketersediaan barang. Ketika harga cabai rawit mengalami penurunan, hal itu biasanya dipengaruhi adanya panen di berbagai daerah begitu juga sebaliknya.

"Untuk harga cabai mengalami penurunan karena panen di berbagai tempat bersamaan sehingga ketersedian cukup melimpah dan harga mengalami penurunan cukup signifikan. Dalam kondisi saat ini jelas kurang menguntungkan bagi petani," urai dia.

Sumarno mengatakan per Selasa (12/2) harga cabai rawit Rp17.000 per kg, cabai merah besar Rp15.000 per kg, cabai keriting Rp13.000 per kg. “Ini posisi turun. Apalagi cabai yang dari Kulonprogo, harganya cuma Rp11.000 per kg. Kalau yang Rp13.000 berasal dari luar DIY,” katanya.

Operasi Pasar

Ia mengatakan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap fluktuasi harga. Upaya-upaya akan dilakukan untuk menjaga kestabilan harga. Misalnya dengan menggelar operasi pasar (OP). Saat ini, pihaknya tengah menggelar operasi pasar beras untuk menjaga kestabilan harga beras. OP beras dilakukan pada 6-23 Februari 2019 di seluruh wilayah DIY lantara harga beras dipandang masik naik turun. "Kami alokasikan 40 ton untuk OP ini dengan harga dari Bulog Rp8.100 per kg, sedangkan biaya transportasi dan lainnya ditanggung oleh pemerintah," papar dia.

Anggota TPID yang juga merupakan Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI DIY Probo Sukesi mengungkapkan kondisi harga memang fluktuatif. Fluktuasi ini disebabkan oleh adanya dinamika permintaan dan ketersediaan komoditas di pasaran. Ketika kondisi sudah tidak terkendali, maka TPID akan melakukan langkah untuk menstabilkan harga misalnya dengan operasi pasar. "Kami terus awasi perkembangan di lapangan seperti apa, agar TPID mengambil langkah yang tepat," ujar dia.