Advertisement
Ekonomi Indonesia Dikuasai Asing? Ini Data yang Dipaparkan Ekonom UI
Kumpulan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) mengadakan acara Panggung Kabaret Tek Jing Tek Jing untuk menjawan hoaks ekonomi yang mewarnai jalannya kampanye Pilpres 2019 di Gedung Soeharna Hall, Kamis (11/4/2019) - JIBI/Bisnis Indonesia/Hadijah Alaydrus
Advertisement
Harianjogjja.com, JAKARTA - Kumpulan Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) mengadakan Panggung Kabaret Tek Jing Tek Jing untuk menjawan hoaks ekonomi yang mewarnai kampanye Pilpres 2019 di Gedung Soeharna Hall, Kamis (11/04/2019).
Kabaret ini menampilkan orasi kebudayaan yang dibawakan oleh ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri. Orasi kebudayaan ini merupakan rangkaian kampanye Pilpres 2019.
Advertisement
Dalam orasi kebudayaan ini, Faisal Basri menampilkan fakta dari hoaks yang beredar. Isu pertama yang disoroti Faisal adalah masalah hoaks ekonomi Indonesia dikuasai asing. Hoaks yang beredar menampilkan peta Indonesia yang bertaburan bendera asing.
Faisal membantah sinyalemen tersebut karena data justru menunjukkan Indonesia jauh dari dikuasai asing.
"Perekonomian Indonesia tidak saja tidak dikuasai asing, melainkan justru sebaliknya, peranan asing relatif kecil dalam pembentukan kue nasional [produk domestik bruto]," kata Faisal.
Sebaliknya, dari waktu ke waktu perekonomian Indonesia justru semakin tertutup. Sepanjang sejarah kemerdekaan, perekonomian Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing.
Arus investasi langsung asing (foreign direct investment) yang masuk ke Indonesia rerata setahun hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan investasi fisik atau pembentukan modal tetap bruto.
"Angka tersebut sangat kecil apabila kita sandingkan dengan negara-negara tetangga dekat seperti Malaysia dan Filipina, yang peranan modal asingnya berkali lipat jauh lebih besar dari kita," papar Faisal.
Dengan negara komunis sekalipun seperti Vietnam dan negara sosialis seperti Bolivia, kita selalu lebih kecil.
Peranan investasi asing di Indonesia berada di bawah rerata Asia, apalagi dibandingkan dengan negara di kawasan Asia Tenggara. Indonesia tidak pernah mengandalkan modal langsung asing untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
Akumulasi kehadiran investasi langsung asing hingga sekarang tidak sampai seperempat dari PDB.
Dia menuturkan belakangan ini meningkat jika dibandingkan dengan rerata selama kurun waktu 2000-2004 yang baru 7,1 persen, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Vietnam (50,5 persen), Bolivia (33,7 persen), Asia (25,7 persen), dan Asia Tenggara (66,1 persen).
Lebih lanjut, Faisal mengatakan pernyataan-pernyataan tentang tenaga kerja asing yang telah mengambil lahan pekerjaan WNI di dalam negeri juga tidak ditopang data akurat.
Jumlah tenaga kerja asing di Indonesia hingga akhir 2018 ternyata tidak sampai 100.000 orang. Bandingkan dengan jumlah tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang jumlahnya hampir 40 kali lipat.
Sementara itu, lebih dari 3,65 juta orang Indonesia berjuang dan bekerja di luar negeri.
Pada tahun 2018 mereka mengirimkan US$11 miliar ke sanak keluarganya yang berada di Indonesia. Sebaliknya, remitansi tenaga kerja asing sebesar US$3,4 miliar, sehingga kita menikmati surplus sebesar US$7,6 miliar.
"Data ini kian menunjukkan keterbukaan lebih membawa maslahat ketimbang mudarat bagi perekonomian," tegas Faisal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
Advertisement
Cuaca DIY, Selasa 31 Maret 2026: Semua Wilayah Diguyur Hujan Ringan
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Harga Minyak Naik Tekan Rupiah Mendekati Level Psikologis
- Investor Baru Jogja Tembus Ribuan dalam Sebulan
- Inflasi DIY Maret 2026 Diprediksi Nyaris 1 Persen
- Update Harga Emas Hari Ini: Stabil di Rp2,26 Juta per Gram
- Koperasi Desa Bakal Sediakan Kredit, Bunga Dipatok 6 Persen per Tahun
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Advertisement





