Stok Bahan Pangan di Bulog Masih 25.000 Ton

Stok Bahan Pangan di Bulog Masih 25.000 TonPetugas mengecek stok beras di kawasan pergudangan Bulog, Purwomartani, Kalasan, Jumat (21/12/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
16 April 2019 08:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bulog Divre DIY menyatakan stok kebutuhan pangan mencukupi untuk kebutuhan selama Ramadan hingga beberapa bulan ke depan. Apalagi, Bulog sampai saat ini masih menyerap bahan pangan dari petani. 

Kepala Bulog Divre DIY, Rini Andrida menyampaikan stok beras di BULOG saat ini masih ada 25.000 ton. “Kebutuhan Ramadhan kami perkiraan 10.000-15.000 ton, jadi cukup. Selain itu juga kami masih melakukan penyerapan dari petani, karena masa panen ini,” ucap Rini, Senin (15/4).

Kebutuhan pokok lain, kata dia, juga masih tercukupi. Seperti gula 400 ton, minyak 75.000 liter, kemudian terigu 24 ton. “Daging kerbau dan gula sedang proses pemasukan lagi,” ucapnya. 

Rini mengatakan parameter perbandingan kebutuhan tahun lalu dan evaluasi pada kondisi sekarang. Karena itu, dia menilai stok yang tersedia mencukupi untuk Ramadan.

Terkait lonjakan harga pangan di pasaran, dia menuturkan Bulog berupaya menstabilkan. “Kalau bicara beras bukan OP (Operasi Pasar) tetapi KPSH (Ketersedian Pasokan dan Stabilisasi Harga). Kalau OP saat harga naik, tetapi kalau KPSH sepanjang tahun ada program itu,” katanya.

Rini menjelaskan KPSH memiliki beragam bentuk penyaluran. Misalnya melalui Rumah Pangan Kita (RPK). Upaya ini diperlukan untuk mendekatkan titik transaksi ke pasar mitra, berbagai saluran hingga ke masyarakat secara langsung. 

Hindari Lonjakan Harga

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan terus berkoordinasi, termasuk dengan Bulog untuk menghindari lonjakan harga yang signifikan.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Ya dimungkinkan nanti akan ada operasi pasar. Saat ini belum ada kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan,” ucapnya.

Pengamat Ekonomi dari UGM, Prof. Mudrajad Kuncoro mengungkapkan hampir dipastikan setiap masuk Ramadan memang ada lonjakan harga, terlebih menjelang Lebaran. “Awal Ramadan saja biasanya sudah meningkat apalagi di akhir nanti, ada efek musiman tadi,” ucapnya.