Sebut Siapa The Real President, Fadli Zon : Jokowi Banyak Dipengaruhi Luhut Binsar 

Sebut Siapa The Real President, Fadli Zon : Jokowi Banyak Dipengaruhi Luhut Binsar Fadli Zon. - JIBI
22 April 2019 16:07 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dinilai sebagai sosok yang selama ini banyak mempengaruhi Jokowi.

Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga, Fadli Zon bingung mendengar Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi yang mengirim utusan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk bertemu dengan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Fadli sempat menyindir Luhut sebagai the real president karena memiliki pengaruh yang kuat dalam pemerintahan saat ini.

Fadli tidak bisa mencerna maksud dari keputusan Jokowi yang mengirimkan Luhut untuk berkomunikasi bersama Prabowo. Menurut saat ini yang paling penting dipikirkan ialah penghitungan suara di Pemilu 2019.

"Ya untuk apa? Saya nggak tahu juga," kata Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (22/4/2019).

Alih-alih membicarakan soal maksud Jokowi mengirimkan utusan, Fadli malah menyindir sosok Luhut yang dinilainya memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan. Bahkan Fadli berani menyebut Luhut sebagai the Real President.

"Pak Luhut ini the real Presiden karena dia ini orang yang memang kelihatannya sangat berpengaruh dan mempengaruhi terhadap pemerintah termasuk pak Jokowi. Jadi yang mau negosiasinya ini Jokowinya atau the real presiden?" ujarnya.

Lebih lanjut Fadli pun mengatakan bukan berarti Prabowo enggan menemui utusan Jokowi saat ini. Namun, yang terpenting menurutnya ialah soal berbagai kecurangan yang mencuat satu persatu. Karena itu, dirinya menilai kalau belum tepat jika Jokowi mengirimkan utusannya kepada Prabowo.

"Bukan soal mau atau tidak mau. Concern kita saat ini adalah kecurangan. Kami dalam hitungan menang, dalam laporan menang, dalam tabulasi kita menang. Tapi sudah ribuan contoh dan di medsos berserakan bukti-bukti kecurangan tapi negara tidak hadir untuk mengamankan," pungkasnya.

Sumber : Suara.com