Jam Tangan Pop Berwarna-warni dan Bergambar ala Desoyjoy

Jam Tangan Pop Berwarna-warni dan Bergambar ala DesoyjoyAyu Desianti menunjukkan beberapa produk Desoyjoy, Jumat (21/6)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
23 Juni 2019 21:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berawal sekitar 2015 atau saat mulai bermunculan karya, industri kreatif handmade, perempuan kelahiran Bandung 7 Desember 1993, Ayu Desianti turut mengenalkan dan mengembangkan karya-karyanya melalui Desoyjoy.

Ayu mulai mengenalkan Desoyjoy mulai 2015, dengan membuat pernak-pernik totebag, pouch, dan berbagai produk handmade lainnya. “Nama Desoyjoy sendiri dari panggilan juga sebenarnya Desi, Desoy. Terus ditambahin joy yang artinya kan juga kegembiraan. Jadi harapannya juga mendatangkan kegembiraan,” ucap Ayu, Jumat (21/6).Contoh produk Desoyjoy/Ist.Desoyjoy

Seiring berjalannya waktu Ayu mulai berpikir untuk menggunakan media lain pada karya-karya di Desoyjoy, untuk memberi variasi penuangan ide dipikirannya. Sekitar 2017 saat turut meramaikan gelaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), ia mulai mengenalkan kreasi Desoyjoy yang baru yaitu jam tangan, yang ia tekuni hingga sekarang.  

Alasan Ayu memilih jam tangan sendiri karena ia menilai jam tangan tidak hanya sebagai pendukung fesyen. Namun fungsi dari jam tangan sendiri setiap hari dimanfaatkan penggunanya. Selain juga jam tangan juga mudah sebagai barang koleksi.

Bukan sekadar jam tangan biasa pastinya. Perempuan yang pernah mengenyam pendidikan Seni Lukis di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja itu menuangkan ide-ide ilustrasi yang ia peroleh dari film, ataupun yang ia buat sendiri. Alhasil tampilan jam tangan Desoyjoy bernilai estetika tersendiri.

Setidaknya sudah ada 20 ilustrasi yang ia tuangkan dalam jam tangan Desoyjoy buatannya. Dalam waktu dekat ini Ayu setidaknya akan kembali mengeluarkan tiga karya barunya. Meski banyak permintaan pelanggan untuk custom gambar, tetapi untuk saat ini Ayu mengaku belum bisa memenuhinya. “Sebenarnya banyak yang bertanya untuk custom, tetapi belum nemu titik poin untuk itu. Yang sekarang kan sudah ada series ilustrasinya begitu, tetapi ke depan mungkin aja,” katanya.

Harga jam tangan dengan gambar unik melalui proses manual painting dan printing tersebut dipatok Ayu pun cukup terjangkau. Mulai dari Rp80.000 untuk satu warna dalam strap, kemudian Rp90.000-Rp100.000 untuk mix warna yang dapat dipilih.

Media Sosial

Desoyjoy membuka dua bentuk lapak untuk berjualan, online dan offline. Penjualan daring disebutnya memanfaatkan akun media sosial Instagram. Khusus untuk luring, dia membuka gerai di Jogja, tepatnya di Daily Noon Store dan di Bandung, Jawa Barat di Local Cuteness.Contoh produk Desoyjoy/Ist.Desoyjoy

“Penjualan terjauh sampai Thailand. Untuk  penjualan di luar negeri memang masih mempertimbangkan risiko-risikonya juga. Untuk paling banyak pembelian di Jakarta Jogja, Bandung dan Surabaya. Omzet kalau high season sekitar Rp4 juta per bulan, tetapi memang harus ada trigger promo diskon gitu,” ucapnya.

Selama menjalankan bisnis ini, dia mengaku cenderung tak mengalami kendala berarti. Respons masyarakat pun semakin baik. Melihat pasar yang cerah ini, Ayu mengatakan akan semakin produktif membuat ilustrasi-ilustrasi baru untuk menarik pembeli. Dalam waktu dekat ini juga Desoyjoy akan turut meramaikan gelaran Art Jog.

“Harapannya untuk Desoyjoy bisa mengembangkan sayap lebih jauh, internasional semoga ilustrasi disukai semua generasi. Juga gak cuma toy watch tetapi media-media lain juga,” ujarnya.