KPK Duga Rumah Jampidsus di Sentul Atas Nama Orang Lain, LHKPN Nihil
KPK menduga rumah milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul menggunakan nama orang lain sehingga tidak tercatat dalam LHKPN.
Boeing Company./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Perusahaan produsen pesawat Boeing Co akan memberikan bantuan kepada keluarga para korban yang meninggal dunia dalam dua kecelakaan mematikan pesawat tipe 737 MAX. Dana yang diberikan sekitar 50 juta dolar AS.
DIlansir Ruters, pada awal bulan ini, Boeing mengatakan akan memberikan 100 juta dolar AS, dalam kurun waktu beberapa tahun, kepada pemerintah-pemerintah lokal serta organisasi nirlaba untuk membantu keluarga dan masyarakat yang terkena dampak kecelakaan tersebut.
Dari kedua kecelakaan pesawat 737 MAX yang berujung fatal itu, salah satunya adalah jatuhnya Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 di Laut Jawa pada 29 Oktober 2018.
Beberapa bulan kemudian, pada 10 Maret 2019, unit lain Boeing 737 Max jatuh dengan penerbangan Ethiopian Airlines ET 302.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
KPK menduga rumah milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul menggunakan nama orang lain sehingga tidak tercatat dalam LHKPN.
Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU terkait kasus PLN, PT Asabri, serta Krakatau Steel.
KPK menyatakan dapat mengambil alih kasus dugaan korupsi batu bara jika penanganannya mandek sesuai ketentuan dalam UU KPK.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan dua pejabat sebagai tersangka dugaan pemerasan. Nilai setoran upah pungut mencapai Rp2,93 miliar.
Kasus kusta masih ditemukan di Indonesia. Kenali 5 gejala, cara penularan, pengobatan MDT, serta upaya pencegahan sejak dini.
Profil Febrie Adriansyah, mulai biodata, riwayat jabatan di Kejaksaan Agung hingga harta kekayaan Rp18,26 miliar berdasarkan LHKPN.