8,9 Juta Kursi Penerbangan Siap Angkut Penumpang Liburan Akhir Tahun

8,9 Juta Kursi Penerbangan Siap Angkut Penumpang Liburan Akhir TahunPenumpang turun dari pesawat Citilink dengan kode QG 132 rute HLP-YIA, usai mendarat pada penerbangan perdana di bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, Senin (6/5/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
10 Desember 2019 11:27 WIB Rio Sandy Pradana Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menyambut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan kursi penerbangan untuk 8,9 juta penumpang.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan jumlah kursi tersebut terbagi dalam 494 rute, baik domestik maupun internasional. Adapun, jumlah pesawat yang beroperasi maupun cadangan mencapai 495 unit.

"Prediksi jumlah penumpang berangkat pada periode Nataru mencapai 5,3 juta penumpang. Apabila mengacu pada jumlah kapasitas, maka kursi yang disediakan masih tercukupi," katanya, Senin (9/12/2019).

Dia menambahkan beberapa maskapai telah mengajukan permohonan penambahan penerbangan (extra flight) baik untuk rute dalam negeri maupun luar negeri. Hingga kini ada sebanyak 222 tambahan penerbangan.

Di sisi lain, guna memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam penerbangan Ditjen Hubud melakukan Pemantauan Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang tersebar di 38 bandara yang melayani penerbangan domestik dan tujuh bandara yang melayani penerbangan luar negeri.

Polana berharap selama Nataru, ketepatan waktu terbang (on time performance/OTP) bisa mencapai di atas 80 persen.

Adapun, langkah-langkah Ditjen Hubud dalam menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan di antaranya, pertama, pelaksanakan ramp inspection, baik armada, personil, sarana dan prasarana, serta prosedur.

Kedua, mempersiapkan penambahan jam operasi bandara. Ketiga, menggunakan type pesawat lebih besar untuk penambahan kapastitas.

Keempat, penghentian sementara pekerjaan sisi udara yang dapat berpotensi mengganggu kelancaran kegiatan penerbangan. Kelima, antisipasi pelayanan dalam kondisi Kahar. Keenam, optimalisasi penggunaan slot time.

Polana juga menghimbau kepada para seluruh maskapai dalam masa angkutan Nataru, agar menyediakan harga tiket yang terjangkau bagi masyarakat.

Sumber : Bisnis.com