Peternak Harapkan Harga Jual Ayam Naik, Mungkinkah?

 Peternak Harapkan Harga Jual Ayam Naik, Mungkinkah?Pedagang daging ayam di Pasar Beringharjo melayani pembeli, pasca harga komoditas ini turun penjualan justru sedikit sepi, Jumat (3/8). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S.
14 Desember 2019 09:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Peternak rakyat masih mengharapkan harga jual ayam dari kandang membaik di tengah stok yang berlimpah seperti yang terjadi saat ini.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) DIY-Jateng, Pardjuni mengungkapkan saat ini harga jual ayam dari kandang membaik. Meski begitu ia berharap masih akan ada kenaikan harga. “Harapannya bisa sesuai dengan acuan Kementrian Perdagangan [Kemendag] di Rp18.000-Rp20.000/kilogram (kg). Saat ini sudah naik dari Rp16.000 ke Rp17.000/kg,” ucap Pardjuni, Jumat (13/12).

Diharapkannya momen Natal dan tahun baru ini bisa mendongkrak harga di peternak. Selain itu ia mengungkapkan kelebihan suplai bibit yang rencana akan dikurangi sebanyak tujuh juta per pekan dapat segera terealisasi. Sebab pada bulan ini hanya dilakukan pengurangan lima juta per pekan.

“Seharusnya sudah ada pengurangan, tetapi saya tidak tahu apa mereka sudah melakukan apa belum. Pengawasan dari pemerintah yang kurang,” ucapnya.

Pardjuni mengungkapkan belum lama ini pihaknya juga bertemu dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membuat sejumlah kesepakatan. Dari pertemuan tersebut, akan dibentuk tim ahli analitik ketersediaan dan kebutuhan ayam ras dan telur konsumsi. Rencana, dia dicalonkan menjadi ketuanya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengungkapkan untuk kebutuhan pokok sampai saat ini untuk ketersediaan cukup dan harga dari beberapa komoditas bergerak naik. Kenaikan tersebut untuk bahan pangan seperti cabai, bawang merah, telur ayam dan daging ayam. Kendati demikian, kenaikan harga tersebut masih di bawah harga acuan. “Untuk daging ayam memang harga di tingkat peternak yang tertekan, sedangkan di pedagang harga masih tetap. Kalau ditingkat pedagang Rp32.000-Rp33.000/kg,” kata Yanto.