Jogja Perlu Kembangkan Ikon Wisata Malam Alternatif

Jogja Perlu Kembangkan Ikon Wisata Malam AlternatifKunjungan jajaran manajemen dari Hestia Connecting Hotels ke Harian Jogja, Rabu (15/1/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
15 Januari 2020 19:07 WIB Nina Atmasari Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Wisata malam di Jogja dan sekitarnya saat ini belum digarap dengan maksimal. Wisatawan masih terpusat di Malioboro saat menikmati wisata malam di Jogja. Hal ini menggelitik Hestia Connecting Hotels, Member of Muncul Group untuk terus ikut berupaya mengembangkan fasilitas wisata di Jogja dan sekitarnya.

Vice CEO Hestia Connecting Hotels, Ardisa Hestia Damiana mengungkapkan seperti di Malang ada Batu Nifgt Festival (BNS), Jogja berpotensi besar untuk memiliki wisata malam yang bisa menjadi ikon.

"Malang dulu tidak ada apa-apa, tetapi kemudian dibangun berbagai objek wisata salah satunya BNS, sekarang jadi salah satu ikon wisata Kota Malang. Nah, kami berharap bisa membangun serupa di Jogja," jelas Ardisa yang merupakan putri dari CEO Muncul Group, Sukeno, saat berkunjung ke Harian Jogja, Rabu (15/1/2020).

Chief Executive Officer Hestia Connecting Hotels, Muhammad Munir menyebutkan saat ini pihaknya telah memiliki lima unit usaha di DIY meliputi tiga hotel yakni D'Senopati Malioboro Grand Hotel, D'Salvatore Art & Boutique Hotel, D'Kaliurang Resort & Convention, serta dua restoran Consulate Bistro & Gift Shop dan Fabio Italian Comfort Food. Kedua resto ini berada di Sleman City Hall.

"Satu lagi yang akan kami bangun di kawasan pantai Gunungkidul perbatasan dengan Bantul. Sekarang masih proses," jelasnya.

Ia mengatakan semua unit usaha tersebut membuka kerjasama untuk semua pihak yang ingin mengadakan kegiatan. Hal ini dilakukan agar keberadaan usaha tersebut bisa bermanfaat bagi warga sekitar. "Dengan adanya keramaian, tentu akan mendatangkan orang sehingga membuka rezeki bagi warga setempat," katanya.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono mengungkapkan Harian Jogja menyambut baik ajakan kerjasama tersebut. Apalagi, Harian Jogja punya unit usaha event organizer "Jogja Pro" yang sering mengadakan event bekerjasama dengan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah.

"Kami akan terbuka untuk menyelenggarakan event sesuai dengan permintaah klien. Sudah terbukti saat ini ada event kami yang menjadi agenda tahunan, seperti Baron 10K," katanya.